Berita

ban ki moon/net

Dunia

Maroko: Sekjen PBB Tak Netral Terkait Sahara Barat

RABU, 09 MARET 2016 | 18:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Maroko menuding Sekretaris Jenderal PBB Bank Ki-mon tidak bersikap netral dalam konflik Sahara Barat.

Pemerintah Maroko tidak terima saat Ban menggunakan kata "okupasi" untuk menggambarkan pencaplokan yang dilakukan Maroko terhadap Sahara Barat tahun 1975 lalu.

"Kerajaan Maroko telah melihat Sekretaris Jenderal telah tidak netral dan imparsial," kata sebuah pernyataan dari pemerintah Maroko seperti dimuat Reuters (Rabu, 9/3).


"Penggunaan terminologi seperti itu tidak memiliki dasar hukum atau politik dan merupakan penghinaan terhadap pemerintah serta masyarakat Maroko," sambung pernyataan tersebut.

Sahara Barat diketahui merupakan wilayah gurun di kawasan Afrika yang disengketakan. Maroko mengambil kendali atas sebagian besar wilayah Sahara Barat sejak tahun 1975 lalu.

Namun Front Polisario mengklaim wilayah tersebut milik etnis Sahrawi. Front Polisario mengobarkan perang gerilya sampai gencatan senjata yang ditengahi PBB tahun 1991 lalu. Namun kedua belah pihak telah menemui jalan buntu atas masalah tersebut.

Pekan lalu, Ban menyebut bahwa pihaknya akan kembali melakukan upaya untuk mencapai solusi setelah melakukan kunjungan ke kamp-kamp di Aljazair selatan untuk kepemimpinan Front Polisario dan pengungsi yang melarikan diri dari konflik di Sahara Barat.

Pasca kunjungannya itulah pernyataan yang menyinggung pemerintah Maroko dikeluarkan oleh Ban. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya