Berita

maria sharapova/net

Dunia

Maria Sharapova Gagal Lolos Tes Doping Di Australian Open

SELASA, 08 MARET 2016 | 11:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan petenis nomor satu dunia Maria Sharapova gagal lolos dalam tes doping dalam ajang bergengsi Australian Open.

Petenis 28 tahun asal Rusia itu dinyatakan positif meldonium, zat yang telah ia konsumsei sejak tahun 2006 lalu.

Dikabarkan BBC (Selasa, 8/3), Sharapova menyediakan sampel anti-doping yang diperlukan pada 26 Januari lalu. Kemudian Badan Anti-Doping Duni (Wada) menganalisi sampel dan menyatakan bahwa ia positif meldonium.


"Saya gagal dalam tes dan mengambil tanggung jawab penuh untuk hal itu," kara Sharapova, yang memenangi gelar Wimbledon saat berusia 17 tahun pada tahun 2004.

"Sangat penting untuk anda pahami bahwa selama 10 tahun obat ini tidak ada pada daftar pelarangan di Wada, dan saya telah secara resmi meminum obat itu selama 10 tahun terakhir," sambungnya.

Namun demikian, beber Sharapova, pada 1 Januari lalu aturan telah berubah di tubuh Wada. Lembaga tersebut memasukkan meldonium ke dalam zat terlarang.

Ia menambahkan bahwa pada Desember lalu ia pernah mendapat pemberitahuan dari Wada terkait dengan perubahan yang terjadi pada daftar obat yang dilarang. Namun Sarapova tidak memperhatikan daftar tersebut.

Sementara itu, perusahaan pakaian olahraga, Nike yang telah lama mensponsori Sharapova mengumumkan bahwa pihaknya menghentikan hubungan dengan pemain sampai penyelidikan selesai.

"Kami sedih dan terkejut dengan berita tentang Maria Sharapova," kata Nike.

"Kami telah memutuskan untuk menangguhkan hubungan kita dengan Maria saat penyelidikan terus berlanjut," sambung pernyataan tersebut.

Sharapova diketahui telah menjadi atlet wanita berpenghasilan tertinggi di dunia selama 11 tahun terakhir, menurut daftar Forbes. Penghasilan yang didapatnya dari tenis mencapai hampir 26 juta poundsterling. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya