Berita

ilustrasi/net

Dunia

PBB Catat 99 Tuduhan Kejahatan Seksual Terhadap Stafnya Tahun 2015 Lalu

JUMAT, 04 MARET 2016 | 18:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Terdapat setidaknya 99 tuduhan baru terkait dengan eksploitasi atau pelecehan seksual terhadap anggota staf PBB di seluruh lini lembaga dunia itu sepanjang tahun lalu.

Menurut laporan terbaru PBB, mayoritas dari tuduhan tersebut melibatkan personel yang terlibat dalam 10 misi penjaga perdamaian. Sejumlah oknum personel militer dan polisi dituduh melakukan kejahatan seksual saat bertugas dalam misi PBB di sekitar 21 negara, mayoritas adalah negara-negara Afrika.

Jumlah tuduhan itu meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di mana ada 80 tuduhan terkait eksploitasi atau pelecehan seksual di badan PBB.


Laporan terbaru itu merupakan bagian dari kebijakan "name and shame" yang diterapkan oleh PBB menyusul serangkaian tuduhan pelecehan seksual serta pemerkosaan yang dilakukan oleh pasukan internasional di Republik Afrika Tengah.

Dikabarkan Reuters (Jumat, 4/3), ada tuduhan terhadap tentara dan polisi dari Burundi, Jerman, Ghana, Senegal, Madagaskar, Rwanda, Republik Kongo, Burkina Faso, Kamerun, Tanzania, Slovakia, Niger, Moldova, Togo, Afrika Selatan, Maroko, Benin, Nigeria dan Gabon.

Laporan tersebut mencakup rekomendasi bagi negara-negara anggota untuk membuatnya lebih mudah untuk mengidentifikasi tersangka pelaku dan mengadili mereka.

Laporan itu sekaligus merupakan panggilan untuk Majelis Umum PBB dan negara-negara yang memberikan kontribusi pasukan untuk memungkinkan penuntutan dalam negara di mana dugaan kejahatan berlangsung dan penciptaan registri DNA dari semua pasukan penjaga perdamaian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya