Berita

ilustrasi/net

Dunia

Kelahiran Gajah Afrika Lebih Sedikit Daripada Tingkat Perburuan

KAMIS, 03 MARET 2016 | 16:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tingkat kematian gajah Afrika akibat perburuan lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat kelahirannya.

Menurut data terbaru yang dirilis pada hari satwa liar dunia PBB (Kamis, 3/3) menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari kematian gajah  berada di tangan pemburu.

"Populasi gajah Afrika terus menghadapi ancaman langsung terhadap kelangsungan hidup mereka, terutama di Afrika tengah dan barat di mana tingkat tinggi perburuan masih terlihat," kata John Scanlon, Sekretaris Jenderal Konvensi Perdagangan Spesies Langka (CITES), yang mengumpulkan data.


Data yang sama menunjukkan bahwa setidaknya 20.000 gajah dibunuh karena gading pada tahun 2015 lalu.

Tapi Scanlon mengatakan ada beberapa tanda-tanda menggembirakan, termasuk di beberapa bagian Afrika timur, seperti di Kenya, di mana tren perburuan telah menurun.

"Momentum yang dihasilkan selama beberapa tahun terakhir haruslah diterjemahkan ke dalam upaya lebih dalam dan lebih kuat untuk melawan kejahatan ini di garis terdepan, penjaga di lapangan, polisi dan bea cukai di pelabuhan dan di pasar gelap," sambungnya seperti dimuat The Guardian.

Perburuan gajah mencapai puncaknya pada tahun 2011 lalu ketika ada 75 persen gajah di tangan pemburu. Mereka dimanfaatkan untuk diambil gadingnya.

Kemudian proporsi gajah dibunuh oleh perburuan melonjak dari 17 persen pada tahun 2014 menjadi 41 persen pada tahun lalu.

"Peningkatan subtansial dalam apa yang menjadi ancaman jeberadaan gajah di Afrika menjadi sumber keprihatinan," begitu isi laporan tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya