Berita

silver fern/net

Dunia

Referendum Bendera Baru Selandia Baru Masuk Tahap Terakhir

KAMIS, 03 MARET 2016 | 12:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Selandia Baru mulai melakukan pemungutan suara pada tahap kedua referendum terkait dengan apakah akan mengubah bendera nasional mereka (Kamis, 3/3).

Warga Selandia Baru memiliki waktu hingga tanggal 24 Maret untuk memberikan suara mereka ke pos-pos pemungutan suara. Mereka diberikan pilihan apakah akan mempertahankan bendera Selandia Baru saat ini atau memilih desain bendera baru yang dikenal dengan sebutan Silver Fern.

Ini adalah tahap kedua pemilihan terkait dengan bendera nasional baru. Sebelumnya diseleksi sejumlah desain bendera baru hingga akhirnya memunculkan Silver Fern sebagai kandidat utama.


Silver Fern sendiri merupakan desain karya arsitek bernama Kyle Lockwood. Bendera dengan simbol pakis perak serta sentuhan warna hitam, putih dan biru itu memenangkan tahap pertama referendum pada Desember lalu.

Sedangkan pada pemilihan tahap kedua, warga Selandia Baru akan diminta memutuskan apakah akan tetap menggunakan bendera saat ini yang telah diadopsi pada tahun 1902 lalu atau memilih Silver Fern sebagai bendera nasional baru.

Rencana perubahan bendera nasional itu dilakukan karena Perdana Menteri Selandia Baru John Key menilai bahwa bendera yang ada saat ini terlalu mirip dengan Australia dan terlalu lekat dengan lambang persatuan Inggris.

"Jika mereka tidak memilih untuk perubahan sekarang, mereka tidak akan pernah mendapatkan kesempatan lain sampai kita menjadi republik," kata Key dalam sebuah wawancara Radio Selandia Baru seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya