Berita

tantowi yahya/net

KERETA API CEPAT

Tantowi Yahya: Sungguh Disayangkan Hubungan dengan Jepang Dikorbankan Demi Kepentingan Pragmatis

KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 07:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini Indonesia tengah memasuki babak baru hubungan dengan Jepang.

Pembatalan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, yang ternyata kemudian dimenangkan oleh China tanpa beauty contest ulang yang melibatkan kedua negara, sulit dimengerti dan sangat disesalkan oleh Pemerintah Jepang, sebagaimana yang disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga di prescon di Tokyo Selasa lalu.

"Untuk masyarakat Jepang yang terbiasa menjunjung kesopanan dan etika,  gesture politik yang ditunjukkan Suga tersebut menunjukkan ketidaknyamaan yang sudah mencapai dosis tinggi pemerintah Jepang terhadap Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Tantowi Yahya, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 1/10).


Bagi Jepang, ungkap Tantowi setelah menangkap pembicaraan dengan pejabat-pejabat penting mereka, kalah dalam persaingan bisnis adalah biasa. Tapi "dikalahkan" dengan cara-cara yg tidak etis menjadi hal yang tidak biasa. Dengan demikian, kejadian ini sedikit banyak akan berpengaruh kepada hubungan kedua negara ke depan.

"Seharusnya keputusan strategis yang akan diambil Pemerintah tidak boleh hanya dilihat dari perspektif untung rugi secara ekonomi, tapi juga secara politik," tegas Tantowi.

Dalam hubungan luar negeri, jelas Tantowi, jalinan persahabatan dua negara yang bermuara pada sikap saling menghargai, saling menghormati dan saling membantu ketika sedang dalam kesulitan adalah buah dari proses diplomatik yang panjang dan melelahkan.

"Sungguh disayangkan apabila dikorbankan demi kepentingan pragmatis dan jangka pendek," demikian Tantowi. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya