Berita

Galeri Inovasi Teknologi Indonesia Jadi Proyek Percontohan di Wilayah ASEAN

KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 06:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Galeri Inovasi Teknologi (GIT) milik Indonesia menjadi proyek percontohan intermediasi teknologi di wilayah ASEAN melalui program Pilot Project Scheme (PPS) yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN bersama German Cooperation, GIZ, dan GFA.

GIT merupakan platform yang menjembatani permasalahan para praktisi industri untuk diselesaikan bersama para ahli di bidangnya secara online dan offline. Selama satu tahun ke depan, platform ini diharapkan dapat diduplikasi oleh negara-negara ASEAN.

Platform GIT telah diluncurkan pada tahun 2013 oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) dan telah memfasilitasi puluhan pihak industri untuk berkonsultasi dengan para ahli. Platform ini dapat diakses bebas melalui alamat daring  http://git-miti.com/ bagi masyarakat dan industri yang memiliki permasalahan terkait teknologi. Hampir 90 persen masyarakat yang telah memanfaatkan platform ini adalah industri pangan.


Hal ini terungkap dalam networking worksop di Hotel Mercure, Alam Sutera. Menurut Manager of Research and Data Analysis, Deslaknyo Wisnu Hanjagi, networking workshop yang digelar ini mempertemukan berbagai stakeholder dan membahas pelaksanaan pengembangan GIT agar memiliki cakupan lebih luas hingga ke Indonesia Timur.

"Galeri Inovasi Teknologi yang dikelola oleh MITI sangat mungkin untuk memfasilitasi UKM hingga Indonesia Timur. Selama ini pendampingan UKM oleh berbagai lembaga sebagian besar dilakukan di Pulau Jawa. Dengan jejaring MITI yang luas, Galeri Inovasi Teknologi sangat mungkin untuk memfasilitasi UKM hingga Indonesia Timur,” kata Ketua Komite Kebijakan Publik dan Hubungan Lembaga, Gabungan Asosiasi Pengusama Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Doni Wibisono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 1/10).

Sementara itu, Sri Harjanto, Direktur Pemberdayaan Industri dan Sektor Privat MITI, yang memimpin pengembangan proyek GIT menyampaikan bila masyarakat dapat mengakses layanan GIT dengan mudah. Banyak ahli terutama ahli pangan di level ASEAN yang berasal dari Indonesia.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia khususnya untuk mengembangkan UKM-UKM yang ada. Selain para ahli, dalam platform GIT ini, UKM juga dapat menimba ilmu dari UKM lainnya yang sudah dahulu dapat menyelesaikan permasalahan di industri yang serupa," demikian Harjanto. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya