Berita

raja j. antoni

Atlet Melamar Menjadi Tentara, Saatnya Negara Benahi Seluruh Sektor Keolahragaan

RABU, 09 SEPTEMBER 2015 | 19:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Raja J. Antoni menyoroti keputusan TNI Angkatan Darat menerima lamaran 12 calon bintara dari atlet sepak bola melalui jalur khusus.

Menurutnya, hal itu sebagai sebuah ironi di tengah PSSI berkoar-koar soal profesionalisme dan negara tentang pentingnya prestasi. (Baca: Nasib Sepakbola Tanah Air Tak Jelas, Pemain Berbondong-bondong Daftar TNI)

"Ini ingatkan kita pd awal2 reformasi TNI. org sibuk bicara profesionalisme TNI tp lupa masukan pasal kesejahteraan prajurit ke UU TNI," jelas Toni lewat akun Twitter-nya @AntoniRaja (Rabu, 9/9).


Meski begitu, dia menambahkan, tentu tidak ada yang salah menjadi atlet, demikian pula menjadi tentara. Karena keduanya profesi mulia.

"Justeru krn keduanya adlh profesi yg menuntut fokus dan keahlian yang tinggi, jadi aneh jika bercampur peran," kicau sambil juga mengakui bahwa baik atlet dan TNI sama menuntut fisik prima. Namun peruntukan kebugaran tersebut sama sekali berbeda.

Dalam penilaiannya, sengketa dunia sepakbola Indonesia sudah sampai ke titik paling kritis, ketika liga mandek, pemain kehilangan penghasilan. "Kita justeru berterimakasih kpd TNI yg membuka jalur khusus bagi atlet2 kita. Tp tdk lantas negara lepas tangan dlm hal ini," ucapnya.

Dia menambahkan, atlet-atlet tersebut telah melepaskan relasi ekonominya untuk fokus memajukan olahraga nasional. Namun saat semua berantakan, semua pihak pura-pura buta dan tuli.

"PSSI, klub bola, persatuan2 olahraga terlalu dimanjakan oleh regulasi. Terlalu banyak HAK tanpa sanksi jika INGKAR," sambungnya.

Karena itu, saatnya "Negara" membenahi seluruh sektor keolahragaan nasional. Kita semua harus yakin, bahwa prestasi tidak pernah jatuh dari langit. "Prestasi adlh buah dr manajemen yg baik, jenjang karir teratur, industri olahraga yg  profesional, masyarakat dan negara yang sehat.

Pasalnya, tanpa itu, atlet-atlet Indonesia hanya akan terjepit diantara: menyiapkan diri untuk merebut prestasi dan dapur yang terus harus mengepulkan asap. "Ironi bangsa kita. Bagian dari agenda #IndonesiaMoveOn," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya