Berita

Dahnil: Kader Pemuda Muhammadiyah harus Ikhlas Berorganisasi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 03:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) Dahnil Simanjuntak melantik pengurus Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Tengah kemarin. Dalam kesempatan tersebut, dia meminta kader Pemuda Muhammadiyah untuk ikhlas berorganisasi.

"Kader yang baru saja terpilih sebagai Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya dan kader Pemuda Muhammadiyah serta kader Oraganisasi Ortonom (Ortom) lainnya harus ikhlas sepenuh hati menjalankan organisasi jika ingin terus berkembang," kata Dahnil.

Dahnil menekankan keikhlasan juga harus dimiliki keluarga kader tersebut, seperti anak dan istri.  Sifat ini penting karena dalam menjalankan organisasi Muhammadiyah termasuk Ortom kader tidak mendapatkan imbalan apapun.


"Pengurus harus ikhlas karena kita akan mengorbankan waktu, tenaga bahkan harta kita, sementara kita dalam menjalankan organisasi di Muhammadiyah tidak digaji. Untuk itu, libatkan keluarga sehingga mereka paham dengan tanggung jawab yang ada di pundak kita," kata aktivis anti korupsi ini seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, Muhammadiyah tetap hadir hingga saat ini karena pengurusnya memiliki semangat jihad, kerja keras dan tanggung jawab serta keikhlasan yang tinggi.

"Contohnya, semua universitas, sekolah dan amal usaha di wilayah itu merupakan hasil kerja keras para pimpinan Muhammadiyah di daerah. Tapi setelah bangunan tersebut dapat dimanfaatkan semua wewenang dan pengaturan ada di bawah pimpinan pusat. Dengan begitu, pimpinan daerah tidak memiliki satu aset pun di wilayahnya, tapi semua amal usaha itu milik warga Muhammadiyah," tekannya.

Sementara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalteng Ahmad Syar'i mengatakan, Pemuda Muhammadiyah sebagai pelopor dan penerus cita-cita Muhammadiyah harus mampu minimal mengajak dan mengembalikan ajaran Islam yang sebenarnya pada warga Muhammadiyah .

"Tak hanya internal tapi juga Pemuda Muhammadiyah harus mampu berkompetisi secara eksternal yang artinya dapat bersanding dengan organisasi lain termasuk di luar ortom," katanya.

Dia meminta Pemuda Muhammadiyah menjaga dan meningkatkan kerukunan dengan ketujuh organisasi otonom Muhammadiyah lainnya, sehingga sampai kapan pun unsur-unsur organisasi Muhammadiyah tetap satu komando.

"Ini perlu dijaga agar seluruh ortom tetap di bawah komando Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. 'Alhamdulillah' meski ortom diberi keleluasaan bergerak, tapi sampai saat ini secara nasional dan daerah tidak ada pergerakan ortom yang tak sejalan dengan kebijakan pimpinan persarikatan," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya