Berita

jusuf kalla/net

Politik

JK Harus Beri Penjelasan untuk Menetralisir Kecurigaan

SENIN, 24 AGUSTUS 2015 | 11:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kritik yang disampaikan Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, terhadap proyek listrik 35 ribu Megawatt yang dirancang pemerintah, akhirnya membuka perdebatan baru yang lebih membuka mata masyarakat.

Menurut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, Samsul B Ibrahim, perang argumentasi antara Rizal Ramli dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), yang tersinggung atas kritik Rizal, harus dilihat sebagai langkah positif dalam membangun pemerintahan yang terbuka dan transparan.

"Saya berharap Jusuf Kalla dapat menjelaskan rasionalisasi proyek listrik 35 ribu megawatt kepada publik sehingga dapat menetralisir kecurigaan-kecurigaan tertentu. Mekanisme penjelasan ke publik terserah bagaimana," kata Samsul dalam keterangan pers yang diterima redaksi, beberapa saat lalu (Senin, 24/8).


Ia berharap, JK menerima diskusi debat terbuka Rizal Ramli. Ia yakin publik tidak akan melihat perdebatan mereka sebagai sarana menjatuhkan, karena publik ingin tahu bagaimana rasionalisasi proyek listrik 35.000 megawatt.

"Saya melihatnya sepositif itu," sebut Samsul. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya