Berita

buya syafii

UMY Luncurkan Sekolah Pemikiran Syafii Maarif

SELASA, 07 JULI 2015 | 22:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Cendikiawan Prof. Ahmad Syafii Maarif merupakan salah seorang eksponen pemimpin ormas Islam yang memiliki visi keislaman yang toleran, moderat serta berpihak pada kemanusiaan sebagai landasan mengembangkan pemikiran dan praksis Islam di muka bumi.

Karena itu, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ingin menyebarkan pemikiran politik inklusif mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut, serta menyebarkan pemikiran keislaman yang bersifat kemanusiaan, kenegaraan serta keindonesiaan, lewat Sekolah Pemikiran Ahmad Syafii Maarif.

Sekolah dengan nama Ahmad Syafii Maarif's School of Political Thought and Humanity ini merupakan gerbang pengembangan dan penguatan Program Doktor Ilmu Politik Islam di lingkungan Pascasarjana UMY.


"Sosok Buya Syafii Maarif digunakan sebagai inspirasi nyata atas kiprah dan gagasannya dalam wacana akademik tentang Keislaman, Keindonesiaan dan Kemanusiaan," jelas Direkur Eksekutif Sekolah Pemikiran Politik dan Kemanusiaan Ahmad Syafii Maarif, Prof. Dr. Tulus Warsito (Selasa, 7/7).

Peluncuran sekolah ini bertepatan dengan momentum mensyukuri 80 tahun Buya Syafii yang digulirkan oleh Maarif Institute sepanjang tahun 2015 ini.

Direktur Program Maarif Institute, Ahmad Imam Mujadid Rais, yang hadir dalam acara peluncuran tersebut, mengapresiasi langkah Pascasarjana UMY. Menurutnya, kehadiran sekolah ini menjadi energi baru dalam upaya melembagakan gagasan dan cita-cita sosial Buya Syafii dalam praksis Islam Indonesia yang bervisi pada nilai-nilai keterbukaan, kesetaraan dan kebinekaan.

"Mewakili Direktur Eksekutif, saya sangat gembira dan ini tentunya mendukung upaya yang sudah kami lakukan selama ini," ungkapnya.

Menandai pendirian sekolah pemikiran ini, pihak Pascasarjana UMY menyelenggarakan diskusi buku "Muazin Bangsa dari Makkah Darat: Biografi Intelektual Ahmad Syafii Maarif".

Diskusi buku digelar di Ruang Sidang Pascasarjana, komplek kampus terpadu UMY. Hadir sebagai pembahas  Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Ketua PP Muhammadiyah), dan Ahmad Fuad Fanani (editor buku dan Direktur Riset Maarif Institute). Sementara bertindak sebagai moderator adalah Dr. Zuly Qodir, Wakil Direktur Eksekutif ASM School of Political Thought and Humanity. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya