Berita

abraham samad/net

Politik

Jenderal Aktif Saja Bisa, Maka Boleh Saja Samad Tawarkan Diri ke PDIP

KAMIS, 22 JANUARI 2015 | 14:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Melobi pihak tertentu untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) bukan tindakan tabu bagi seorang pejabat negara atau publik.

Hal itu dikatakan Ketua DPP Partai Gerindra, FX. Arief Poyuono, menanggapi jumpa pers pelaksana tugas Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, siang tadi di Posko Cemara, Jakarta.

Dalam konferensi pers itu, Hasto membocorkan pertemuan-pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan elite PDIP dan Partai Nasdem saat jelang Pilpres 2014 silam.


"Yang dilakukan Abraham Samad bukan hal yang tabu dan melanggar hukum selama tidak mempergunakan jabatannya untuk memberi keistimewaan kepada elite-elite PDIP dan Jokowi untuk menindaklanjuti kasus-kasus dugaan korupsinya yang dilaporkan masyarakat atau BPK," terang Arief.

Dia ungkapkan, ada juga Kepala Staf Angkatan Darat yang masih aktif dan oknum petinggi TNI yang masih bertugas, turut melakukan lobi-lobi ke PDIP dan parpol lain untuk dicalonkan jelang pemilihan presiden 2014. Malah si petinggi TNI yang sudah pensiun itu kini jadi Komisaris di sebuah BUMN. (Baca: Inilah Kabar di Balik Peluang Jenderal Budiman Jadi Pendamping Jokowi)

"Begitu juga lobi politik Muhaimin Iskandar, yang waktu itu masih menjabat sebagai Menakertrans juga melakukan lobi PDIP untuk jadi Cawapres-nya Jokowi. Jadi semua itu hal yang lumrah," tegas Arief.

Dia meminta PDIP tidak menyangkutkan persoalan ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dengan lobi-lobi Abraham Samad untuk menawarkan diri jadi cawapres Jokowi.

"Itu naif namanya. Sebab Abraham Samad itu tokoh muda yang punya integritas tinggi dalam pemberantasan korupsi. Sah saja kalau Abraham Samad menawarkan dirinya ke PDIP," ujar Arief. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya