Berita

net

Dunia

PKS: Pemerintah RI Sebaiknya Lobi Perancis untuk Tekan Charlie Hebdo

SELASA, 13 JANUARI 2015 | 23:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Serangan mematikan terhadap kantor majalah Perancis, Charlie Hebdo, pada Rabu pekan lalu, menunjukkan protes kalangan muslim terhadap pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW oleh majalah tersebut.

Meskipun cara kekerasan yang dilakukan para penyerang juga tidak dapat dibenarkan, namun jika Charlie Hebdo tetap "keras kepala" bukan tak mungkin gelombang protes internasional kembali pecah.

Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPR RI, Ahmad Zainuddin. Ia meminta agar pemerintah Perancis mengimbau Charlie Hebdo tidak menerbitkan kartun satire tokoh agama apapun, seperti yang seringkali dilakukannya. Hal itu untuk mencegah tindakan kekerasan serupa terjadi lagi di Perancis.


Pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyikapi langkah majalah satire tersebut untuk kembali menampilkan kartun Nabi Muhammad dalam terbitan pekan ini.

"Kalau bisa pemerintah kita minta supaya Perancis ikut mendinginkan suasana dengan meminta Charlie Hebdo tidak membuat kartun satire tokoh agama," ujar Zainuddin di Jakarta, Selasa (13/01).

Menurut Zainuddin, bukan tidak mungkin peristiwa yang terjadi di Prancis merembet ke negara lain jika Charlie Hebdo terus membuat kartun satire tokoh agama. Zainuddin mencontohkan gelombang protes muslim dunia dalam kasus koran Denmark, Jyllands-Posten, pada tahun 2006.

"Kita harus menghargai kebebasan pers, seperti yang berlaku di Perancis. Tapi mereka juga harus menghargai hak dan keyakinan orang lain. Kebebasan itu dibatasi oleh hak orang lain, dan itu adalah hak asasi manusia," imbuhnya.

Ia juga mengimbau agar umat muslim di Tanah Air tidak terprovokasi dengan pemuatan kartun Nabi Muhammad yang dilakukan Charlie Hebdo. Menurutnya, yang dilakukan Charlie Hebdo justru menunjukkan paradoks demokrasi dan kebebasan di Prancis.

Charlie Hebdo kembali menampilkan kartun Nabi Muhammad dengan wajah sedih yang sedang meneteskan air mata serta memegang tulisan "Je Suis Charlie" yang berarti "Kami adalah Charlie". Slogan itu merujuk pada aksi massa yang dilakukan masyarakat Perancis dan tokoh dunia beberapa waktu lalu untuk menentang penyerangan terhadap kantor Charlie Hebdo.

Selain itu, di atas sosok kartun yang bersorban putih tersebut juga terdapat tulisan "Tout Est Pardonne", yang berarti "Semua telah dimaafkan". Baca: Sampul Terbaru Charlie Hebdo Menggambarkan Nabi Muhammad

Pihak penerbit bahkan menyiapkan hingga 3 juta kopi dari biasanya yang hanya mencetak 60.000 kopi. Majalah-majalah itu rencananya akan didistribusikan ke 25 negara dan diterjemahkan ke 16 bahasa. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya