Berita

ilustrasi/net

Depok Community Festival 2014 Usung Tema Urban Civic Movement

RABU, 17 DESEMBER 2014 | 01:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Setelah suksesnya Depok Community Festival (DCF) 2012 dan 2013, tak lama lagi ajang DCF 2014 akan digelar. Tepatnya pada Minggu, 28 Desember 2014.

Acara tahunan komunitas Depok ini akan diselenggarakan di area parkir LIA Depok dan Quadrant Futsal Hall, Jalan Margonda Raya. Pada perhelatan akbar DCF ketiga ini mengusung tema "Urban Civic Movement."

"Bila tahun pertama pada 2012 lalu kita mengangkat tema kreativitas, DCF kedua 2013 tentang solidaritas dan kolaborasi, tahun ini eranya komunitas bicara kota yang dihuninya. Mimpi memiliki kota yang atraktif dan penuh interaksi di ruang-ruang publik, direalisasikan dalam sebuah gerakan insiatif dari hobi dan interset masing-masing, yang kita sebut dengan gerakan warga perkotaan atau Urban Civic Movement," kata Ketua Panita DCF 2014, Desti Hafizho, dalam keterangan pers dikutip dari depoklik.com.


Desti, yang juga Ketua Hijab Community Depok menjelaskan, tema ini diangkat dari hasil diskusi bersama beberapa komunitas, akademisi dari UI, ITB, sentra-sentra komunitas, seperti Code Margonda dan Rumah Komunitas, aktivis karang taruna, beberapa remaja masjid, pakar perkotaan serta jurnalis yang concern terhadap aktivitas hyperlocal.

Ketua Indonesia Kijang Club (IKC) Chapter Depok, Krisdiyan, mengatakan, Urban Civic Movement menyentuh isu perkotaan dan dinilai tepat menjadi tema utama.

"Ruang publik kita masih minim, maka komunitas lah yang akan membuatnya sendiri melalui aktivitas-aktivitasnya nanti di kota ini, agar lebih hidup," ujarnya dalam acara Ngopi Bareng para ketua dan perwakilan komunitas di Coffee Toffee Cafe, di Jalan Margonda, Depok, Minggu lalu.

Dalam diskusi santai ini, hadir CEO Depoklik yang juga inisiator DCF tahun pertama, Coki Lubis dan pakar tata ruang perkotaan serta aktivis Rumah Komunitas, Emil Dardak, sebagai pembahas tema.

Coki mengatakan, DCF memang dilangsungkan dalam sehari, namun ini menjadi simbol bahwa warganya ingin kota tempat tinggalnya seperti "hari ini."

"Interaksi di mana-mana dan atraktif, kita melawan kemacetan, kecelakaan, polusi dengan hobi kita masing-masing, serta berharap agar kota ini dapat mendesain ulang konsepnya. Jangan didesain untuk kendaraan dan gedung, namun didesain untuk manusianya. DCF menyampaikan pesan bahwa kota ini harus enjoyable," tutur Coki.

Emil menambahkan, kunci dari perubahan kota ini untuk menjadi lebih nyaman, ada pada komunitas warganya.

"Komunitas terbukti dapat membawa warga Depok tidak lagi apatis terhadap kotanya sendiri. Tidak lagi membuat Depok sekadar ‘tempat tidur’ setelah Senin hingga Jumat bekerja di Jakarta dan cuek dengan keadaan sekitar. Namun bisa menghabiskan waktunya di sini dan mengekspresikan hobinya dengan nyaman. Itulah istimewanya Depok, perubahan dari komunitas warganya," tutur warga Cinere peraih predikat Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Asia Pasifik saat usianya 22 tahun itu.

Acara Ngopi Bareng adalah semacam "ritual" khas dalam menyambut DCF ketiga, yang dihadiri para ketua dan perwakilan komunitas.

Dalam diskusi yang dihadiri lebih dari 80 komunitas dari berbagai hobi dan interset ini, isu perkotaan menjadi perbincangan yang cukup menarik. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya