Berita

Nikita Mirzani

Blitz

Nikita Mirzani, Ngaku Sering Dikerasin Alasan Ceraikan Suami

RABU, 29 OKTOBER 2014 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Boleh percaya, boleh tidak. Nikita Mirzani membeberkan alasan di balik keputusannya menggugat cerai Sajad Ukra. Ibu dua anak ini mengaku dirinya telah mengalami tindak kekerasan selama membina rumah tangga dengan sang suami.

“Nikah sama orang Arab ternyata kasar. Niki suka dikerasin. Selama ini cuma Niki, Tuhan dan keluarga aja yang tahu” ung­kapnya.

Makanya, bintang film Dra­kula Cinta dan Comic 8 ini mantap bercerai. Meski ada proses mediasi, namun Niki menolak rujuk dan memilih untuk menyudahi rumah tang­ganya dengan Sajad.


“Nggak ada niatan rujuk. Men­ding jadi temen, daripada saling menyakitkan. Jadi mendingan uda­han aja,” paparnya.

Hal lain. Kini, keseharian Niki banyak dilalui bersama buah ha­tinya, Azka Raqila Ukra yang belum genap berusia satu bulan. Bahkan ke mana pun dirinya pergi, anaknya Sajad itu selalu ber­samanya.

“Nggak tega ninggalin. Kan aku kasih ASI eksklusif. Bayi jadinya dibawa ke mana-mana. Nggak takut. Anak beda benua, daya tahan tubuh lebih kuat ka­tanya,” kata Niki.

“Bayi dibawa terus. Nanti yang netein siapa. Kan dia langsung dari sumbernya. Ba­yi rewel ka­lau mau ne­tek do­ang. Bayi pengertian. Nggak rewel. Popok basah baru dah rewel minta diganti. Seminggu se­kali tukang pi­jet khusus ba­yi,” imbuh alum­nus Take Me Out Indonesia ini.

Kehadiran Azka, anak keduanya itu semakin menambah semangatnya untuk bekerja. Kendati sedikit dibuat repot, dia mengaku terobati segala lelah dan sakitnya.

“Persiapan paling peralatan bayi, popok. Bedongan, selimut. Keseharian memang lebih banyak sama anak. Malem bisa nggak tidur. Mata celong, item tapi happy. Begadang banget. Anak laki lebih kuat nyusunya daripada perempuan, dua jam sekali,” katanya.

“Sekarang mulai angkat leher. Suka nungging. Tahu aja kayak maminya, suka nungging, ha..ha..ha...,” pungkasnya sambil terta­wa lepas. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya