Berita

Helen Wood & Jenny Thompson

Blitz

Helen Wood & Jenny Thompson, Dilarang Kunjungi Klab Malam

JUMAT, 22 AGUSTUS 2014 | 09:08 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Helen Wood dan Jenny Thompson, dilarang mendatangi pesta bintang pesepakbola. Kedua WAGs asal Inggris dilarang memasuki sejumlah klab malam di Kota Manchester, karena dianggap sebagai wanita pengoda.

Label penggoda itu melekat pada mereka setelah diketahui menjadi selingkuhan Wayne Rooney, penyerang Manchester United, pasangan threesome  kapten The Red Devil itu di Hotel Salford’s Lowry, Agustus 2010 lalu.

Jenny juga sempat berhubungan dengan Mario Balotelli, striker AC Milan. Berbeda dengan Jenny, Helen kini baru saja menang dalam acara reality show Big Brother 15 dan mendapatkan uang hadiah 100 ribu Euro atau setara Rp 1,95 miliar.


Selain klab malam, mereka juga dilarang memasuki restoran milik Rio Ferdinand, Rosso, klub malam Panacea, Neighbour­hood, dan The Casino.

Perintah pelarangan itu diyakini para media Inggris atas perintah para istri dan pacar pesepakbola Premier League. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak ingin pasangan mereka digoda.

“Kemanapun pesepakbola pergi dan berpesta, kami tidak boleh masuk. Saya diberitahu kalau larangan itu tidak akan pernah dihapus,” ujar Jenny dikutip Daily Mail. Menurut mereka, larangan itu tak adil, karena masih banyak wanita penggoda lainnya yang diizinkan masuk ke klab malam dan berpesta dengan para pesepakbola terkenal Premier League. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya