Berita

Agnes Monica

Blitz

Agnes Monica, Coke Bottle Tidak Vulgar

SENIN, 11 AGUSTUS 2014 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Single debut Internasional Agnes Monica, Coke Bottle sempat menuai beberapa kritikan. Kebanyakan berpendapat kalau eks penyanyi cilik ini terlalu terbuka, vulgar hingga makna lagunya pun dianggap mesum.

Bila dipersepsikan secara umum, makna Coke Bottle memang bisa dilihat sebagai bentuk tubuh seorang wanita yang super seksi. Namun rupanya ada makna lain dari lagu tersebut yang jauh lebih mendalam.

Diinterview oleh seorang penyiar radio di Amerika baru-baru ini, Agnes bercerita banyak hal. Salah satunya, menyayangkan pandangan orang yang cuma menganggap lagu itu bermakna negatif dan vulgar.


“Aku tahu banyak orang yang mengira laguku tentang bentuk dan lekukan tubuh. Tapi serius, makna utamanya bukan tentang itu. Ini lebih cenderung ke arah emansipasi wanita,” ujar Agnes.

“Intinya kita harus selalu percaya diri dengan apa pun yang kita lakukan. Tak peduli seperti apa kamu, bagaimana statusmu, kamu harus selalu bertahan dan bersenang-senang. Itulah makna sebenarnya,” lanjutnya.

Soal lain. Baru-baru ini Agnes dikunjungi oleh tiga pria bernama Joseph Charles, Drewski, dan Cipha. Mereka mengaku bahwa pelantun Let It Go itu adalah sebuah magnet untuk para pria.

“Magnet-nya para pria @agnezmo tengah dalam bahaya. Aku mau dia ikut aku! Menyerahlah @sodrewski & @screwface09!” tulis Cipha pada account Instagramnya.

Namun para lelaki tersebut bukan beneran mengajak kencan Agnes. Mereka adalah musisi. Joseph merupakan seorang talent manajer, sedangkan Drewski dan Cipha adalah duo DJ Amerika.

Masih belum diketahui apa kah mereka bakal kolaborasi di album baru Agnes atau tidak. Tapi setidaknya saling bertukar pikiran dengan musisi-musisi baru bisa membuatnya mendapat inspirasi dan pelajaran baru untuk jadi lebih baik lagi. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya