Berita

ilustrasi/net

Pertahanan

Perompakan Selat Malaka Mengganas, Pemerintah Baru Mesti Prioritaskan Keamanan Laut

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 20:46 WIB | LAPORAN:

Kapal-kapal internasional masih dihantui aksi perompakan yang sering terjadi di Selat Malaka. Selain menjarah muatan kapal, perompak bersenjata itu juga menyandera awak kapal dan merusak peralatan komunikasi dan mesin kapal, sebelum mereka kabur meninggalkan korbannya.

“Mereka bergerak sangat cepat dan segera kabur. Aksi perompakan yang sangat meresahkan dan membahayakan dunia pelayaran ini harus segera dihentikan,” kata Hanafi Rustandi, Ketua ITF (International Transport worker’s Federation) Asia Pasifik, di Jakarta, Jumat (8/8).

Menurut Hanafi, selat Malaka yang berbatasan langsung dengan tiga negara (Indonesia, Malaysia, Singapura), merupakan salah satu perairan tersibuk di dunia yang dilintasi kapal-kapal internasional. Intensitas pelayaran yang tinggi ini harus dilindungi dan diamankan dari aksi-aksi  kejahatan di laut. Karena itu, Hanafi menambahkan, keamanan Selat Malaka menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah Indonesia, Malaysia dan Singapura.


Daerah yang berbahaya terhadap perompakan adalah perairan antara Pulau Rupat (Indonesia) dengan Port Dickson (Malaysia), serta perairan antara Pulau Karimun Besar, Pulau Kundur, Batam (Indonesia) dengan Singapura.

Dalam konteks ini, kata  Hanafi, selain meningkatkan intensitas patroli di laut, pemerintah Indonesia juga perlu meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Malaysia dan Singapura dalam upaya menghentikan aksi perompakan di Selat Malaka.

Ketiga negara selama ini telah menjalin kerjasama dalam pengamanan Selat Malaka. Namun kerjasama itu, lanjut Hanafi, perlu diintensifkan  sehubungan meningkatnya aksi perompakan di selat tersibuk di dunia tersebut.

“Presiden baru yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan harus memprioritaskan keamanan Selat Malaka, karena selat ini menjadi urat nadi perekonomian dunia, khususnya bagi kepentingan Indonesia,” kata Hanafi Rustandi yang juga Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI).

Selama tahun 2014, setidaknya terjadi 9 kasus perompakan kapal. Dua kasus terakhir yang menonjol perompakan terhadap tanker MT Oriental Glory pada 15 Juli 2014 dan perompakan tanker MT Moresby berbendera Honduras yang terjadi pada 4 Juli 2014.

Tanker MT Oriental Glory yang bermuatan 2.500 ton minyak diserang perompak dalam perjalanan dari Sandakan (Malaysia) ke Pulau Bintan (Indonesia). Sebelum kabur, perompak menyandera awak kapal, serta merusak peralatan komunikasi dan mesin kapal.

Sebelumnya perompakan juga menimpa MT Moresby yang mengakut 2.200 metrik ton dari Kepulauan Anambas (4/7). Tanker ini sempat dilaporkan hilang oleh pemilik kapal karena kehilangan kontak awak kapal, tapi sehari kemudian ditemukan kembali. Dalam kasus tersebut tidak ada korban jiwa. Namun tidak dilaporkan jumlah kerugian yang dialami pemilik kapal maupun awak kapal.[dem]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya