Berita

said aqil siradj/net

Pertahanan

Said Aqil Ajak NU dan Masyarakat Indonesia Berangus ISIS

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 18:50 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengajak seluruh masyarakat untuk menolak penyebaran paham dan berdirinya kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Kiai Said pun memaparkan empat sikap PBNU terkait pergerakan ISIS. Pertama, kemunculan ISIS secara nyata sudah menimbulkan fitnah yang memperkeruh kehidupan umat Islam serta hubungan antar umat beragama di Indonesia.

"Karena kelompok ini bukan hanya memperjuangkan gagasan politik negara/khilafah Islamiyah, tetapi memperjuangkan paham yang tidak sesuai dengan paham Islam ahlussunnah wal jamaah," kata Kiai Said saat konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (8/8)


Kedua, lanjut Kiai Said, NU berpegang teguh pada keyakinan bahwa Islam yang menjunjung tinggi kedamaian dan bukan agama kekerasan. Karena itu Islam jelas tidak mentolerir kekerasan. Islam merupakan agama yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung kasih sayang.

"Sifat dasar Islam tersebut nyata-nyata bertolak belakang dengan cara-cara yang dilakukan ISIS, yang melakukan kekerasan sampai membunuh ulama yang tidak sejalan dengan ISIS," tutur Kiai Said.

Ketiga, berkaitan dengan gagasan mendirikan daulah Islamiyah, di mana Nabi Muhammad tidak pernah memproklamirkan berdirinya negara Islam atau negara agama. Nabi hanya berjuang untuk menguatkan sistem negara Madinah yang berkeadaban. Platformnya adalah tamaddun, bukan agama baik Islam atau non Islam dan  juga bukan suku.

Menurut Kiai Said, penduduk Madinah juga ada yang muslim maupun non muslim. Begitu juga  kalangan suku Arab juga non Arab. Hal ini memperjelas di tengah negara masyarakat Madinah yang majemuk, Rasulullah membuat konstitusi yang sekarang dipandang bersifat modern. Di dalamnya memuat kesepakatan yang dikenal dengan Piagam Madinah (Shahifah al Madinah) pada 622 Masehi. Seluruh penduduk yang ada sama di muka hukum, aturan serta hak dan kewajibannya, meski mereka berbeda-beda dalam hal keyakinan, agama, suku, dan berbeda rasanya.

"Artinya umat Islam sesuai dengan tidak wajib mendirikan negara secara formal Islam seperti yang diperjuangkan kelompok ISIS ini. Bagi NU, NKRI berdasarkan Pancasila sudah sesuai dengan negara berdasarkan Piagam Madinah," tegasnya.

Terakhir, kata Kiai Said, ISIS sudah ditolak oleh semua ulama Internasional. Salah satunya Syech Yusuf al-Qardhawi dan Syech Wahbah Zuhaili sehingga patut dipertanyakan kemunculan ISIS ketika Israel menggempur Gaza, yang nyatanya telah memecah perhatian umat Islam terhadap perjuangan dan pembelaaan terhadap rakyat Palestina.

"PBNU mengajak warga NU dan seluruh masyarakat Indonesia harus menolak, berangus dan habiskan gerakan ISIS. Gerakan yang jelas membahayakan keselamatan bangsa dan mengancam keutuhan NKRI,"demikian Kiai Said.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya