Berita

Benigno Aquino III

Dunia

Ulama Filipina Minta Presiden Ralat Hari Libur Idul Fitri

SENIN, 28 JULI 2014 | 10:31 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Konferensi Ulama Nasional Filipina (NUCP) telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Senin (28/7).

Hal ini berbeda dengan pengumuman pemerintah yang menetapkan Idul Fitri pada Selasa (29/7).

Karena itu, Sekjen NUCP, Alih Aiyub, mendesak Presiden Benigno Aquino III untuk kembali mengumumkan bahwa hari Senin adalah hari libur nasional.


"Kami dengan hormat meminta Presiden Benigno Aquino untuk mempertimbangkan kembali dan menyatakan bahwa Senin (28/7) sebagai hari libur nasional. Tuhan memberkatinya (Aquino) dan negara kami, yang mana saat ini ia tengah mempersiapkan SONA (pidato kenegaraan mengenai kondisi negara dan rencana pemerintah) untuk besok," kata Aiyub, seperti dikabarkan media setempat, Rappler.

Tak hanya itu, NUCP juga meminta masyarakat untuk berdoa bersama untuk mengakhiri ketegangan dan pertempuran, tak hanya di Filipina, tetapi juga di belahan dunia lainnya.

"Berharap dan berdoa agar doa-doa, puasa, dan pengorbanan kita diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga Tuhan campur tangan mengutus malaikat-Nya menyentuh hati dan pikiran orang-orang yang berada dalam konflik perang di sini dan di luar negeri. Semoga semangat Ramadhan menerangi mereka untuk menyadari bahwa perdamaian adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan," begitu pesan Aiyub.

Aiyub menambahkan, selain perdamaian di Moro, umat Islam di negara tersebut juga diminta berdoa untuk perdamaian di Gaza, Israel, Irak dan Suriah.

"Kami berdoa bagi perdamaian di Moro, Gaza, Israel, Irak, Suriah, dan di tempat lain. Mari kita mengusir kejahatan dengan kebaikan, dan semoga Allah membimbing dan membantu kami," lanjutnya. [ald]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya