Berita

foto:net

Dunia

Utusan HAM PBB di Myanmar Khawatir Kondisi Minoritas Muslim Rohingya

MINGGU, 27 JULI 2014 | 12:06 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Utusan HAM PBB untuk Myanmar, Yanghee Lee menyatakan keprihatinan
yang serius mengenai kondisi di kamp-kamp bagi minoritas Muslim, di mana lebih dari 100 ribu umat Islam di Myanmar terlantar akibat kekerasan yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis Buddha.

Lee, yang belum lama ditunjuk dari PBB itu menjalankan tugas pertamanya dalam kapasitas sebagai pelapor untuk PBB setelah 10 hari melakukan misi pencari fakta ke Myanmar.

Lee juga memperingatkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia di negara itu mungkin akan semakin memburuk.

Lee juga memperingatkan bahwa pelanggaran hak asasi manusia di negara itu mungkin akan semakin memburuk.

"Ada tanda-tanda mengkhawatirkan kemungkinan situasi terus memburuk,
yang jika tidak terkendali dapat merusak upaya Myanmar untuk menjadi anggota yang bertanggung jawab dari masyarakat internasional yang menghormati dan melindungi hak asasi manusia," katanya, dalam sebuah pernyataan yang dikabarkan Associated Press.

Lee juga berbicara mengenai kunjungannya ke negara bagian Rakhine barat, di mana sejak 2012, kekerasan antara Rakhine Buddha dan Muslim Rohingya telah menewaskan sedikitnya 280 orang tewas dan 140 ribu kehilangan tempat tinggal. Hal itu lantaran sebagian besar Muslim Rohingya ditolak kewarganegaraannya oleh etnis Rakhine yang beragama Buddha.

Lee menyebut, situasi tersebut amatlah menyedihkan. Dia yakin, Muslim yang tinggal di kamp-kamp sementara tidak memiliki akses yang memadai.

Ia juga telah mendengar "laporan mengganggu" di mana banyak orang tewas di sana karena kurangnya perawatan medis dan dan kondisi yang berhubungan dengan layanan kehamilan

"Berdasarkan status hukum mereka, komunitas Muslim telah menghadapi dan terus menghadapi diskriminasi sistematis yang meliputi pembatasan kebebasan bergerak, pembatasan dalam akses terhadap tanah, makanan, air, pendidikan dan kesehatan, dan pembatasan pernikahan dan pencatatan kelahiran," kata Lee.

Lee juga menyerukan aturan yang melarang pidato kebencian, dan menyatakan keprihatinannya dengan penyebarannya dan hasutan untuk melakukan kekerasan, diskriminasi dan permusuhan di media dan di internet, yang telah memicu dan memicu kekerasan lebih lanjut.

Lee mengatakan, bahwa dirinya akan menyajikan temuan-temuan ini kepada
Majelis Umum PBB.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya