Berita

Rachel Maryam

Blitz

Rachel Maryam, Yakin Hari Ini Nggak Rusuh

SELASA, 22 JULI 2014 | 08:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumum­kan hasil akhir penghitungan suara Pilpres. Langkah penga­manan pun diperketat oleh TNI maupun Polri. Namun Rachel Maryam tidak termasuk orang yang khawatir akan terjadinya kerusuhan. Bahkan ia menduga isu pengerahan massa ke gedung KPU sengaja ditiup oknum tak bertanggung jawab.

“Aku curiga isu itu dari pihak ketiga. Karena kedua kubu capres sudah buat statement agar pendukungnya tenang dan ada statement siap menang dan siap kalah,” kata Rachel.

Menurut bintang film Perem­puan Punya Cerita dan Arisan!2 ini, di kalangan elite tak pernah meng­inginkan adanya kerusuhan pasca­pemilu. Siapapun yang terpilih sebagai presiden nanti, kedua belah kubu sudah siap menerima.


“Jadi untuk semua masyarakat jangan terprovokasi. Ayo kita ka­wal pemilu ini dengan damai,” ujarnya.

Istri Edwin Aprihandono ini menghimbau masyarakat tak takut atau terpancing dengan ka­bar yang belum terbukti ke­benarannya.

“Saya tidak khawatir ada keru­suhan. Karena masing-masing pihak punya niat sama untuk menjaga Indonesia. Saya rasa tidak perlu ada kekhawatiran,” katanya lagi.

Sebelumnya. Memasuki perio­de kedua sebagai anggota DPR, Rachel semakin serius sebagai politisi. Bahkan dia mengaku semakin total dan menjadikan aktivitas-aktivitas politik menjadi prioritas dalam kariernya.

“Harus total, kita terjun ke politik, artinya sudah siap mengemban tanggung jawab yang besar. Tentunya tidak setengah-setengah menanggung tanggung jawab ini,” katanya.

“Jadi saya ingin komitmen dengan langkah ini, saya ingin bersungguh-sungguh. Bukan hanya sekadar menjalankan tugas atau kewajiban karier politik, bahwa ada sesuatu yang dicita-citakan, ada sesuatu yang diperjuangkan,” tutur wanita asal Bandung ini.

Sementara dunia entertainment yang selama ini digelutinya bukan lagi sebagai prioritas. Meski tidak dibantah kalau sekali waktu kangen akting di depan kamera, namun itu bukan lagi menjadi hal utama. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya