Berita

Chelsea Islan

Blitz

Chelsea Islan, Ogah Main Sinetron Stripping

SELASA, 15 JULI 2014 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perlahan tapi pasti, karier Chelsea Elizabeth Islan makin moncer. Berawal dari teater, Chelsea kini mengaku sangat tertarik dengan dunia akting. Ia berprinsip untuk selalu konsisten terhadap pilihannya.

“Nggak (mau coba bidang lain selain akting), mau fokus di film aja. Pilih project yang benar-benar konkrit,” kata Chelsea.

Ketika beberapa artis memilih mengambil bagian dari sinetron stripping, Chelsea justru menolaknya. Meski bukan rahasia umum lagi, jika sinetron stripping adalah ladang basah seorang artis, namun Chelsea punya pendapat lain mengapa dia menolak model sinetron tersebut.


“Aku memang inginnya fokus di layar lebar, karena projek harus dijalani benar-benar, satu per satu,” cetusnya.

Chelsea mnegaskan sikap pemilihnya demi menunjukan kualitas aktingnya semata.

“Bukan soal honor, aku memilih projek itu tergantung kontennya. Aku ingin berkarya, ingin ada pesan moral yang baik buat penonton. Harus punya prinsip seperti itu,” terangnya.

Sudah terhitung empat judul film yang sukses dibintangi Chelsea. Di antaranya, Refrain, Street Society, Di Balik Pintu Istana dan Mimpi Sejuta Dolar; Merry Riana. Belum lagi, dara kelahiran Amerika Serikat, 2 Juni 1995 itu kini tengah sibuk di sebuah sitkom, Tetangga Masa Gitu. Ia  mulai menyeleksi sejumlah tawaran yang datang padanya.

“PH (Production House) di Indonesia banyak yang bagus, bersyukur ditawarin. Tapi semua yang ditawarin harus diseleksi, untuk industri film kita harus punya prinsip,” ujarnya.

“Aku memang penginnya selalu lebih baik lagi. Dan sekarang ini dapat film biopik sebagai Merry Riana, ini berat karena tokohnya pun masih ada. Setiap film aku mau seperti naik kelas, karena aku harus memerankan tokoh yang berbeda,” terangnya.

“Aku harus bisa membangkitkan semangat dan menginspirasi penonton. Di film ini menceritakan bagaimana meraih kesuksesan di usia muda. Merry benar-benar jatuh bangun banget,” tutup Chelsea. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya