Berita

rmol

Hukum

Mantan Ketua MK Beli Enam Hektar Tanah Seharga 50 Juta Rupiah

KAMIS, 08 MEI 2014 | 19:16 WIB | LAPORAN:

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar kembali jalani sidang kasus suap penanganan sengketa pilkada.

Selain menghadirkan saksi dari showroom mobil mewah yang dibeli Akil, jaksa juga menghadirkan pemilik saksi Banan, pemilik tanah seluas 6.000 meter persegi di Desa Waluran, Sukabumi, Jawa Barat.

Saksi Banan mengungkapkan, dirinya tidak tahu jika pembeli lahan adalah Akil Mochtar melalui orang suruhan pada medio Oktober-November 2013 lalu.


Menurutnya, kala itu, datang orang bernama Asep dan Nikko yang berniat membeli tanah. Tetapi, Banan tidak mengetahui jati diri kedua orang tersebut. Hanya saja, dalam akta jual beli yang ditandatangani di kantor Kecamatan Waluran tertera nama Mamat Surahmat.

"Saya jual semuanya seharga Rp 50 juta dengan uang tunai Rp 20 juta, dan tiga motor bekas. Kenapa murah, saya lagi butuh uang. Saya tidak mengerti harus mahal, tanahnya di pedalaman," jelas Banan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/5).

Ia mengaku tidak tahu bahwa pembeli tanahnya adalah suruhan Akil Mochtar bernama Muhtar Efendy melalui Mamat Surahmat saat menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum.

Banan baru mengetahui hubungan Mamat dengan Muhtar serta hubungan Muhtar dengan Akil setelah diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selain itu, lanjutnya, di atas tanah tersebut sudah terdapat belasan pohon Mahoni yang berusia sekitar 15 tahun. Tanah yang dijualnya itu juga sudah menjadi milik negara.

"Kenapa dimiliki negara, karena sudah ada plang sita KPK," demikian Banan. [mel]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya