Berita

marzuki alie/net

Hukum

Ketua DPR Minta Wajah Pelaku Predaktor Seks Tidak Ditutupi

KAMIS, 08 MEI 2014 | 15:10 WIB | LAPORAN:

Masifnya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terkuak belakangan ini menuai keprihatinan banyak kalangan, tak terkecuali bagi Ketua DPR, Marzuki Alie.

Dia pun meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak lagi menutupi wajah para pelaku.

"Kalau korban, terutama anak-anak memang wajahnya harus ditutup. Tapi kalau pelaku, apalagi sudah berusia dewasa tidak perlu lagi ditutup-tutupi wajahnya," kata Marzuki kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/5).


Wajah pelaku seharusnya dipertontonkan saja agar diketahui oleh masyarakat luas.
Apalagi, jika bukti cukup kuat mengarah kepada tersangka maka tidak perlu ditutupi wajah mereka.

Alasan melanggar HAM yang dikemukakan kepolisian, Marzuki menilai tidak mendasar. Mengingat, tindakan pelaku terhadap korban sudah sangat keterlaluan alias tidak bermoral.

"Kalau ini dianggap melanggar HAM, koruptor saja dan tersangka pidana lainnya mukanya dipertontonkan kok. Kenapa justru pelaku pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak kok malah wajah pelaku ditutupi," kritiknya.

Marzuki mengharapkan agar kasus kekerasan dan pelecehan seksual juga dikembangkan penyelidikannya terhadap kehidupan anak-anak jalanan. Menurut politisi Partai Demokrat itu, justru anak-anak jalanan yang paling rentan dilecehkan secara seksual atau mendapatkan kekerasan lainnya.

"Jika di sekolah saja mereka bisa menjadi korban, bagaimana dengan di jalanan? Makanya ini juga harus diusut tuntas," desaknya.

Terpenting pula ke depannya langkah-langkah konkrit dari segenap pemangku kepentingan untuk menciptakan pengawasan ketat di mana pun anak berada, terutama di komunitas eksklusif.

"Bagaimana pun anak itu sangat rentan menjadi korban tindak kejahatan. Jadi harus benar-benar diciptakan tempat yang aman bagi mereka dengan sistem pengawasan berlapis dan ketat," terangnya.

Ia mencontohkan, kasus guru Jakarta International School (JIC) yang ternyata buronan kasus predaktor seksual di Amerika Serikat. Ini menandakan menandakan tidak adanya sistem pengawasan. Begitu juga guru lokal yang menjadi pelaku pedofilia.

Terakhir, ia menekankan peran orang tua menjadi senjata utama untuk mencegah kasus ini terjadi lagi ke depannya.

"Orang tua tetap harus berperan, jangan karena alasan sibuk, semua kehidupan anak diserahkan kepada orang lain , sekolah atau yang lainnya," demikian Marzuki.[wid]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya