Berita

jusuf kalla/net

Hukum

JK Masih Pertanyakan Dasar Hukum Bail Out Century

KAMIS, 08 MEI 2014 | 14:39 WIB | LAPORAN:

. Mantan wakil presiden Jusuf Kalla mempertanyakan dasar hukum pemberian dana talangan atau bail out kepada Bank Century pada 2008 lalu. Menurutnya, kondisi sebuah bank yang kalah kliring adalah hal biasa dan tidak perlu mendapat jaminan penuh dari negara.

"Pada waktu dilaporkan tanggal 13 November 2008 hanya dilaporkan Bank Century kalah kliring, saya katakan itu biasa. Tetapi, saya tegaskan tidak boleh ada full guarantee maka tidak boleh bailout," katanya saat bersaksi dalam sidang skandal Bank Century untuk terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut JK, begitu dia akrab disapa, kala itu dirinya sempat mempertanyakan dasar hukum pemberian bail out kepada Bank Century yang akhirnya merugikan keuangan negara Rp 6,7 triliun.


Dia mengatakan, pemerintah pada saat itu sudah mencabut ketentuan pemberian jaminan penuh (full blanket guarantee) kepada bank-bank swasta. Hal ini berkaca dari krisis ekonomi 1998, di mana negara dirugikan karena pemerintah mengucurkan Rp 600 triliun melalui Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang ternyata justru dicuri oleh para pemilik bank.

"Pemerintah tidak pernah memberikan ganti rugi dan jaminan penuh kepada bank. Hanya memberi jaminan terbatas dengan simpanan maksimal yang dijamin adalah Rp 2 miliar," demikian JK. [rus]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya