Berita

Hukum

JK Tahu Belakangan Bail Out Century Rp 6,7 T

KAMIS, 08 MEI 2014 | 14:09 WIB | LAPORAN:

Mantan wakil presiden Jusuf Kalla mengaku tidak tahu dana talangan Bank Century membengkak jadi Rp 6,7 triliun.

"Saya tidak tahu pada waktu itu. Belakangan waktu beredar masalah baru saya tahu," katanya usai menjadi saksi untuk terdakwa mantan deputi gubernur BI Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut JK, data yang diterimanya, Bank Century mendapat kucuran dana talangan sebesar Rp 600 miliar, namun yang digelontorkan sebesar Rp 2,7 triliun. Belakangan, dana yang diterima bank milik pengusaha Robert Tantular itu membengkak jadi Rp 6,7 triliun.


"Saya kira sama dengan kemarin. Dikasih data RP 600 miliar, yang keluar Rp 2,7 triliun," beber JK.

JK tidak pernah mempertanyakan perubahan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal untuk Bank Century kepada Boediono yang kala itu menjabat gubernur Bank Indonesia. Pasalnya, dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai wakil presiden.

"Saya tidak tahu. Saya tidak pernah tanya karena saya sudah berhenti juga," ujarnya.

Menurut JK, perubahan CAR dalam proses bail out Bank Century bisa dianggap tindak kriminal apabila terdapat penyalahgunaan wewenang yang digunakan untuk kepentingan mengambil dana. Namun, dia menyerahkan dugaan tersebut kepada pengadilan.

"Saya tidak tahu. Itu kewenangan pengadilan, nanti salah atau tidak," tegas Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut.[wid]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya