Berita

H Sofyan Farid

Hukum

Reformasi di Internal Polri Jangan Sebatas Copot Dua Dirlantas

KAMIS, 08 MEI 2014 | 13:37 WIB | LAPORAN:

Reformasi di internal Kepolisian RI jangan sebatas mencopot dua perwira menengah Polri, masing-masing Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya maupun Dirlantas Polda Jawa Timur, serta sejumlah Pamen Polri di kedua Polda.

Sebaiknya Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, selaku Ketua Dewan Jabatan dan Kepangkatan (Wajak), lakukan pembenahan internal Polri menyeluruh sampai terasa di tingkat paling bawah. Reformasi internal seperti itu yang selama ini dinanti-nantikan masyarakat.

"Sebaiknya pembenahan jangan hanya mencopot Dirlantas Polda Metro Jaya dan Dirlantas Polda Jatim beserta pamen lainnya, tetapi semua bidang di sejumlah Polda untuk dilakukan rotasi. Sebab jika hanya Dirlantas di dua Polda itu yang dilakukan, dampaknya terlalu kecil. Apalagi, sanksi bagi sejumlah Pamen di dua Ditlantas hanya dikenakan mutasi di Bidang Lantas ataupun  ke wilayah Polda di kawasan Timur," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Tengah, H Sofyan Farid, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (8/5).


Kata Sofyan, jika benar internal Polri menuju perubahan tidak setengah hati, rotasi dilakukan mencakup semua bidang secara bertahap. Kalau perlu rotasi tidak perlu melihat latar belakang kejuruan pejabat, tetapi sebagai anggota Pamen Polri yang telah mengikuti jenjang Sespim Polri tentu secara profesional dapat melaksanakan tugas di bidang manapun.

Menurut Deklarator Malino II untuk perdamaian Poso ini, jangan ada lagi Pamen Polri yang bertugas di Ditlantas bertahun-tahun. Begitu pun Pamen Polri yang bertugas di Bidang Bina Mitra yang sampai masuk masa purna bakti tetap di sana.

"Jabatan seharusnya tidak mengenal 'job basah', karena jabatan itu adalah 'tour of duty' yang intinya secara profesional memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai kewajiban dan amanah. Jika istilah 'job basah' dalam implementasi faktual terjadi, maka disitulah terjadinya pidana korupsi, kolusi dan nepotisme," ujar Sofyan.

Sofyan Farid Lembah sangat yakin Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dengan pengalaman mengamankan Poso dari konflik dan teror, secara tegas dapat membenahi internal Polri untuk menuju perubahan. [ald]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya