Berita

Politik

Parpol yang Disebut Tidak Lolos Sudah Bikin Ramai Gedung KPU

SENIN, 07 JANUARI 2013 | 12:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual partai politik (parpol) untuk menjadi peserta Pemilihan Umum 2014.

Agenda yang akan berlangsung di Gedung KPU pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB (Senin, 7/1).

Petinggi parpol peserta verifikasi faktual bersama massa pendukung dipastikan akan memenuhi areal gedung KPU menjelang pengumuman ini.


Dari pukul 11.00 WIB tadi sudah terlihat puluhan orang yang menggunakan atribut Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) bekumpul di depan pagar Gedung KPU.

Puluhan kader partai yang didirikan Roy BB Janis itu meniupkan terompet layaknya sedang merayakan kemenangan. Padahal, dari kajian Komite Pemilih Indonesia, partai tersebut adalah salah satu yang tak lolos persyaratan dalam verifikasi.

Selain PDP, terlihat juga puluhan orang dari partai besutan putri almarhum Abdurahman Wahid, Yeni Wahid, yakni Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Salah satu spanduk yang dibentangkan PKBIB bertuliskan, "KPU Jangan Membohongi Rakyat". Partai itu juga masuk dalam daftar parpol yang kemungkinan besar tak lolos.

Salah satu petugas keamanan dari kepolisian mengatakan, ada beberapa parpol yang mengkonfirmasi hadir di gedung KPU, yakni PKNU, PDS, Republik, PAKAR, Partai Sri, Nasrep, PDK, dan PNIM.

Meski KPU belum memutuskan partai yang lolos sebagai peserta pemilu, kemarin Komite Pemilih Indonesia sudah merilis hasil kajian bahwa hanya 10 partai politik yang akan lolos. Komposisinya adalah sembilan parpol yang sudah duluan nongkrong di Senayan, dan satu parpol baru yaitu Partai Nasdem. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya