Berita

Politik

Inilah Curhatan Akbar Tanjung soal Golkar

JUMAT, 04 JANUARI 2013 | 22:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jangan meragukan peran Akbar Tanjung dalam menyelamatkan Partai Golkar. Di bawah kepemimpinan Akbar, periode 1998-2004, Partai Golkar menempati urutan ke-2 pada Pemilu 1999 dan menjadi pemenang pada pemilu 2004.

Di temui di sela-sela dialog bertajuk "Kepemimpinan Nasional; Menatap Masa Depan Indonesia Di Tengah Krisis Multidimensi" di Aula Kampus B Universitas Prof. Hamka, Pasar Rebo, Jakarta, siang tadi (Jumat, 4/1), Akbar mengaku sedih karena kemudian cengkeraman akar Beringin melempem.

Sang pengganti, Jusuf Kalla, gagal mempertahankan kejayaan beringin. Pada pemilu 2009 Beringin kalah dari Partai Demokrat.


"Apa yang salah? Saya sedih, kanapa tidak menang padahal waktu itu Ketua Umumnya (Jusuf Kalla) adalah Wapres," ucap Akbar.

Akbar akui dirinya tidak banyak terlibat dalam pemenangan Golkar pada pemilu 2009 itu.

Masalahnya saat ini, disesalkan Akbar, kenapa upaya-upaya yang dilakukan dirinya agar Golkar bisa menang pada Pemilu 2014 dipahami salah oleh jajaran pengurus DPP Golkar.  Surat yang dikirim oleh dirinya bersama para pengurus dewan pertimbangan partai kepada Aburizal Bakrie cs, tegas Akbar, adalah dalam rangka untuk menjadikan Golkar sebagai pemenang.

Elektabilas Aburizal Bakrie memang perlu diusahakan naik, sehingga mesin partai bergerak kencang dan akhirnya di pemilu 2014 Partai Golkar bisa berjaya lagi.

"Makanya kita mendorong agar menaikkan Golkar, bukan saja elektabilatas Ical, tapi bagaimana menaikkan Golkar," kata Akbar menutup curhatannya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya