Berita

bima arya/ist

Politik

PEMILU 2014

Yang Meraup Suara Mengambang adalah yang Bisa Baca Tanda Zaman

JUMAT, 04 JANUARI 2013 | 18:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Bagi politisi, tahun politik ini harus jadi momentum tepat menjaring suara dan menjaganya sampai hari pemilihan di 2014.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya, memprediksi, akan marak manuver politik baik yang positif maupun negatif.

Hal itu dikatakan mantan pengamat politik itu dalam dialog kebangsaan bertajuk "Kepemimpinan Nasional: Masa Depan Indonesia di Tengah Krisis Multidimensi" oleh DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, di Kampus Uhamka, Jakarta, Jumat (4/1).


Manuver politik diperlukan, kata Bima, karena masih banyak masyarakat yang belum menentukan sikap atau pilihan politiknya. Peluang ini menjadi rebutan. Maka cara-cara negatif pun akan dilakukan demi kejayaan di pemilu.

"Siapa yang bisa mengambil suara-suara yang belum menentukan itu? Yang bisa adalah yang membaca tanda-tanda zaman," jelas Bima.

Menurut Bima, masyarakat merindukan sifat pemimpin yang tegas dan yang merakyat.

"Saya rasa ada kerinduan ketegasan dan nuansa kerakyatan. Namun yang penting pemimpin itu sesuai perkataan dengan perbuatan," pungkasnya.

Dalam acara ini hadir sebagai pembicara lain adalah politisi senior Golkar Akbar Tanjung, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Rektor Uhamka. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya