Berita

akbar tandjung

Idrus Marham Durhaka ke Akbar Tandjung

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 15:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Idrus Marham sudah durhaka terhadap Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.

"Idrus Marham selaku Sekjen harus minta maaf kepada Akbar. Dia sudah durhaka," ujar mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Banda Aceh, Muntasir Hamid saat dihubungi wartawan, Kamis (3/1).

Menurut Muntasir, ancaman Idrus kepada Akbar terlalu berlebihan. Pasalnya Akbar selaku Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar tidak pernah mengirim surat ke DPP yang berisi permintaan evaluasi pencapresan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Justru, Akbar di berbagai daerah terus berjuang memenangkan Aburizal Bakrie dan Partai Golkar.

"Akbar di berbagai daerah selalu mendukung Ical," terang Muntasir.

Muntasir mengingatkan, Akbar Tandjung adalah ikon Partai Golkar. Akbar orang yang paling berjasa membangkitkan kejayaan Partai Golkar pascareformasi 1998. Akbar juga merupakan guru politik Idrus Marham.

Idrus Marham sebelumnya menuding Akbar Tandjung memecah belah partai dan mempreteli pencapresan Ical karena mengirim surat evaluasi untuk Dewan Pimpinan Pusat Golkar terkait pencapresan Aburizal Bakrie.

"Pernyataan Akbar Tandjung di samping tidak etis, sangat tidak sesuai dengan etika organisasi dan secara tidak langsung merusak konsolidasi partai. Juga melakukan provokasi dan merusak konsolidasi partai dan yang paling jelas mempreteli pencalonan Pak Ical," kata Idrus tempo hari di Jakarta. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya