Berita

PAN Bisa Terima Kehadiran PDIP Di Koalisi SBY-Boediono

JUMAT, 28 DESEMBER 2012 | 17:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Amanat Nasional (PAN) bisa menerima kehadiran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Setgab koalisi pendukung SBY-Boediono.

"Kalau kami terbuka, PAN dan PDIP sudah terbiasa berkoalisi," Ketua DPP bidang Komunikasi Politik PAN, Bima Arya Sugiarta, di sela-sela diskusi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (28/12).

PAN dan PDIP, sebut dia, punya pengalaman jalan bersama dalam Pemilukada. Kolaborasi keduanya di beberapa daerah bahkan berbuah kemenangan. Kendati demikian, lanjut Bima, PAN tidak bisa menentukan apakah Megawati Soekarnopitri cs benar-benar akan bergabung atau tidak kedalam koalisi. Sebab, PAN bukan ketua koalisi yang bisa menentukan siapa yang layak berkoalisi.


"Sebagai komandan koalisi, SBY yang memperhitungkan sendiri dalam hal menentukan siapa yang cocok dan tidak untuk menjadikan anggota koalisi.  PAN menyerahkan seluruhnya kepada SBY," kata Bima

"Kalau bergabung, kami terima dengan senang hati, kalau nggak ya kami tamatkan saja dengan tidak menambah anggota koalisi baru," kata Bima lagi.

Signal PDIP akan masuk ke Setgab beredar usai pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY dengan Taufiq Kiemas dan Puan Maharani Rabu lalu di Istana Negara, Jakarta. Partai Demokrat melihat Puan cocok masuk kabinet mengisi kekosongan kursi Menpora. Selain itu, pertemuan itu juga sebagai signal koalisi PD-PDIP di Pilpres 2014.  [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya