Berita

DEMO DEPAN MENARA KADIN/RMOL

Politik

Stop Jual Beli Jabatan Kadin!

KAMIS, 27 DESEMBER 2012 | 15:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto dituntut agar lebih jeli memilih pengurus-pengurusnya. Sebab, ada indikasi di tubuh Kadin sendiri untuk menduduki sebuah jabatan harus membayar sejumlah uang.

"Stop jual beli jabatan Kadin kalau tidak mendengarkan suara kami, nanti waktu pelantikan kepengurusan, kami akan kembali mengepung Kadin," lantang koordinasi aksi Forum Penyelamat Kadin Seluruh Indonesia, Fajar Dikra Pratama saat berorasi di depan Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (27/12) siang.

Dalam aksi itu, Fajar juga mengatakan bahwa Kadin semestinya dapat berperan sebagai mitra antara pengusaha dan buruh dalam menopang perekonomian Indonesia. Tapi kenyataannya justru sebaliknya. Kadin diarahkan untuk kepentingan segelintir orang dan kelompok.


"Peran Kadin menciptakan pengusaha muda dan lokal agar maju, bukan pengusaha asing. Ini sangat ironi, kita punya tanah tapi pemodalnya asing," soraknya di hadapan massa aksi.

Fajar menegaskan, Kadin bukan milik Suryo Bambang Sulisto semata, tapi seluruh pengusaha yang ada di Indonesia. Karenanya, keberadaan Kadin harus mampu mengayomi pengusaha muda dan lokal untuk ikut berperan aktif dalam mendukung kemakmuran pengusaha kecil menengah.

"Kadin sudah memperkosa rakyat. Kadin harus kembali ke jalannya yang benar," teriak orator lainnya, Akbar Hanubun.

Para pengunjuk rasa pun menuntut Kadin diselamatkan dari pengusaha hitam dan tidak dijadikan alat untuk memperkaya kepentingan pribadi dan kelompok tertentu. Kadin di bawah kepengurusan baru juga dituntut harus mampu memberdayakan secara langsung pengusaha muda maupun lokal dalam setiap dalam pengambilan kebijakannya.

"Lakukan pembenahan pola rekrutmen pengurus yang mengarah kepada terbangunnya Kadin sesuai dengan good coorporate governance," lantang Fajar saat membacakan tuntutan.

Aksi berlangsung damai. Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya