Berita

pemilu/ist

Presidential Treshold 20 Persen Akan Munculkan Oligarki

RABU, 26 DESEMBER 2012 | 23:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap mendorong untuk agar UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden (Pilres) direvisi.

"Kami mendorong adanya revisi, terutama pasal-pasal krusial seperti aturan memilih dengan menandai ke mencoblos. selain itu pasal presidential treshold juga harus direvisi," ujar Sekretaris Jenderal DPP PPP M Romahurmuziy di sela-sela acara "Refleksi dan Evalusi Penegakan Hukum dan HAM 2012" di Aula DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (26/12).

Menurut Romi, panggilan akrab Romahurmuziy, kalau presidential treshold tetap 20 persen maka akan timbul oligarki, dimana masyarakat akan memilih capres yang tersedia bukan capres yang terbaik.


"Kalau 20 persen menurut saya akan ada 3 pasangan capres, paling banyak 4 pasangan," paparnya.

Untuk itu, PPP mengusulkan presidential treshold Pilpres idealnya disamakan dengan PT Pileg yaitu 3,5 persen.  Tidak hanya PPP, menurut Ketua Komisi IV ini partai-partai menengah seperti, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura menginginkan presidential treshold 3,5 persen.

"Yang saya tahu juga, PDIP juga belum menentukan sikap dan seperti apa," pungkasnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya