Berita

boediono/ist

PKS Nilai Abraham Samad Sudah Beri Sinyal Boediono Terlibat dalam Skandal Century

RABU, 26 DESEMBER 2012 | 10:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dinilai sudah memberikan sinyal kalau Boediono terlibat dalam mega skandal Century.

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, menanggapi pernyataan Abraham Samad tempo hari agar DPR menggunakan hak menyatakan pendapat HMP. Namun demikian, Abraham Samad jangan hanya cuci tangan dan mendorong DPR menggunakan HMP, karena saat ini bola penuntasan penyidikan mega skandal century ada di tangan KPK.

Sambung Indra, penggunaan HMP oleh DPR memang bisa saja digunakan dalam waktu dekat, namun demikian dasar atau alasan HMP dan pemakzulan Boediono juga harus kuat.


"Jangan sampai HMP DPR prematur, sehingga bisa mentah dan patah di MK karena persolan belum adanya ketetapan hukum atau belum adanya penetapan status tersangka kepada Boediono," kata Indra beberapa saat lalu (Rabu, 26/12).

Oleh karena itu, lanjut Indra, apabila Abraham Samad memang ingin Boediono dimakzulkan, maka KPK harus bekerja keras dan bekerja cerdas mengungkap keterlibatan Boediono. KPK jangan gamang dan harus berani menetapkan Boediono.

"Apabila Boediono menjadi tersangka, saya yakin DPR akan sgera mengunakan HMP. Karena status tersangka tersebut merupakam alasan tepat dan kuat untuk HMP dan pemakzulan," demikian Indra. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya