Berita

ppp/ist

Fernita PPP: Kader Perempuan Lebih Loyal Dibanding Laki-laki

SENIN, 24 DESEMBER 2012 | 15:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Awalnya, PPP adalah gabungan empat partai Islam, yaitu partai Parmusi, NU, Tarbiyah dan Serikat Islam. Gabungan itu berniat jihad mewujudkan masyarakat Islam yang madani dan mengangkat martabat bangsa.

Hal itu disampaikan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fernita Darwis dalam diskusi “Yang Mana Partai Islam di Indonesia?” di kantor Penaone.com Jalan Haji Ten IV, No 6, Rawamangun Jakarta Timur, Senin (24/12).

Sampai sekarang kata Fernita, partainya tetap istiqomah dalam menjalankan Islam, baik secara azaz maupun struktural partai.


"Di PPP tidak ada lagi toleransi berubah-ubah pikiran. Kami bukan hanya bersikukuh sebagai partai Islam, tapi toleransi beragama di PPP ada, tetapi dalam mengambil keputusan, PPP mengedepankan nilai-nilai Islam," tutur Fernita.

Sambung Fernita, hal itu terbukti PPP banyak memperjuangkan kebijakan Islam, misalnya mendorong pembentukan UU Miras. Saat ini, RUU sudah ada di Prolegnas.

"Dari sisi infrastrktur, PPP sudah sampai ketingkat kabupaten dan kota. PPP fokus pada suara pemilih perempuan. Bagi PPP, perempuan cenderung memiliki loyalitas dibandingkan laki-laki," ungkapnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya