Berita

partai-partai islam/ist

Tidak Kuasai Media dan Minim Figur, Partai Islam Sedang Galau

SENIN, 24 DESEMBER 2012 | 14:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Islam semestinya mengajukan peraturan tentang sistem kampanye di media. Pasalnya salah satu kelemahan partai Islam adalah sumber daya finansial.

"Yang menguasai media itu mayoritas partai nasionalis," ujar pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi “Yang Mana Partai Islam di Indonesia?” di kantor Penaone.com Jalan Haji Ten IV, No 6, Rawamangun Jakarta Timur, Senin (24/12).

Selain itu, partai Islam juga kekurangan figur yang kuat yang bisa diandalkan di publik. Sehingga ada beberapa partai Islam yang melirik figur yang hanya memiliki popularitas.


"Ini yang dilakukan PPP dan PKB melirik Rhoma Irama. Sementara PKS yang azaznya Islam tapi terbuka buat non muslim. Artinya, partai islam sekarang ini sedang galau," ungkapnya.

Selain itu, partai Islam, menurut Burhan, kurang mengusung program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti isu ekonomi dan pemberantasan korupsi.

"Hingga disetiap pemilihan, partai Islam tidak ada yang menempati di tiga besar. Apalagi PPP, setiap pemilua selalu turun, (perolehan suaranya)," pungkasnya.

Di awal, Burhan mengatakan, partai Islam itu ada dua macam, pertama azaz dan ideloginya Islam, dan kedua adalah yang memiliki massa atau pemilih adalah Islam. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya