Berita

chairul tanjung/ist

Politik

Chairul Tanjung dan Jusuf Kalla Masuk Saku Capres PKS

JUMAT, 21 DESEMBER 2012 | 14:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua DPP PKS Mustafa Kamal tak membantah bila nama bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla dan pengusaha Chairul Tanjung masuk saku capres partainya.
Tapi PKS punya pertimbangan, keduanya bukan berasal dari Jawa.

"JK dan Chairul Tandjung kan dari luar jawa. Sementara Jawa penting," kata Mustafa saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta (21/12).

Tentu saja, lanjut dia, PKS tidak mendasari faktor kesukuan dalam menentukan capresnya. Tapi melihat elektabilitas si calon berdasarkan survei.

Tentu saja, lanjut dia, PKS tidak mendasari faktor kesukuan dalam menentukan capresnya. Tapi melihat elektabilitas si calon berdasarkan survei.

Selain JK dan CT, sejumlah tokoh berlatar belakang militer juga masuk radar capres PKS. Pertimbangannya karena bangsa ini masih memerlukan semacam keyakinan untuk bisa stabil dan aman.

"Kita sudah berkomitmen menjadi negara isu formasi sipil. Tapi kalau itu (TNI dan Polisi) potensial kita juga terbuka," bebernya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya