Berita

ist

Politik

Hidayat Nur Wahid: Sejak Awal Kami Terbuka untuk Caleg Non-Muslim

JUMAT, 21 DESEMBER 2012 | 12:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jelang pemilu dan pilpres mendatang, PKS tidak akan mengubah asas partainya dari partai terbuka.

"Saya tegaskan, sejak didirikan sampai hari ini tidak ada yang berubah dan mengubah asas," lontar Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, di restoran Bakso Lapangan Tembak Senayan, Jakarta (Jumat, 21/12).

Jelas Hidayat, Islam itu terbuka dan keterbukaan menjadi jati diri keislaman. Kalau PKS tidak terbuka, maka PKS tidak layak disebut partai politik melainkan cuma LSM.


"Partai kita terbuka diri, berdialog, kita membuka diri dengan berbagai agama dan galongan," jelas mantan Ketua MPR itu.

Bahkan, PKS mendukung kalangan non muslim untuk menjadi caleg, karena yang jadi syarat utama adalah kinerja.

"Selama ini caleg-caleg kami biasa bekerjasama dengan agama yang lain," ujarnya lagi.

Dia menyebutkan bahwa PKS memiliki banyak sekali caleg nonmuslim dari kawasan Indonesia Timur seperti Papua, Maluku, Tanah Toraja, Sulawesi Utara (Manado). [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya