Berita

jusuf rizal

Miris, Kesetiakawanan Sosial di Masyarakat Makin Luntur

SENIN, 10 DESEMBER 2012 | 09:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kesetiakawanan sosial dalam masyarakat dewasa ini makin terasa luntur. Kebersamaan dalam keberagaman kian lemah. Semangat gotong royong, asah, asih dan asuh mulai jadi barang langka.

Sesama rakyat terus bentrok, saling serang dan bunuh. Perlu penguatan dan gerakan kesetiakawanan terus didorong dengan melibatkan berbagai pihak agar jangan sampai ketahanan bangsa menjadi rapuh.

Demikian disampaikan Ketua Umum Gerakan Kesetiakawanan Sosial Indonesia (GKSI) HM. Jusuf Rizal di Jakarta terkait maraknya berbagai bentrok termasuk perkelahian pelajar diberbagai daerah di Indonesia, sekaligus akan dilaksanakannya peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Kementerian Sosial RI di Ternate Maluku Utara, 20 Desember 2012 yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lebih jauh menurutnya, saat ini telah terjadi krisis kebangsaan, krisis rasa memiliki pada negara, sosial budaya, kepemimpinan serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan serta idealogi bangsa. Ini berdampak terjadinya krisis multidimensi yang kemudian mengikis budaya gotong royong, rasa kebersamaam, kepedulian bagi sesama, kesenjangan sosial yang dikenal dengan istilah kesetiakawanan sosial.

Maraknya berbagai kerusuhan, perkelahian pelajar, saling serang antar umat beragama, saling bunuh dan kemiskinan yang terus bertambah merupakan sebagian dari indikasi makin lunturnya rasa kesetiakawanan sosial. Jika terus dibiarkan, maka lambat laun akan terjadi proses pelapukan persatuan dan kesatuan yang dapat mengancam ketahanan bangsa. Jika ricuh terjadi dimana-mana karena hal sepele itu akan memperlemah bangsa Indonesia.

Dalam konteks tersebut, maka diperlukan upaya dari Civil Sosiety Organisation (CSO) untuk turut membantu pemerintah memasyarakatkan kesetiakawanan sosial, baik dalam bentuk aksi sosial maupun dalam bentuk peningkatan pemahaman terhadap "nilai-nilai negatif" yang mampu mengharcurkan ketahanan bangsa. Gerakan Kesetiakawanan Sosial Indonesia (GKSI) menjadi salah satu elemen yang turut membantu Kementerian Sosial RI.

Menurut aktivis sosial itu, GKSI nanti akan membantu Dinas Sosial diseluruh Indonesia dalam membangkitkan dan memasyarakatkan gerakan kesetiakawanan sosial. Generasi muda salah satu target selain menggugah serta mengajak dunia usaha membangun kepedulian bagi masyarakat. Masyarakat mulai dari tokoh politik, agama, pengusaha perlu digugah agar menjadi bagian dari gerakan kesetiakawanan sosial untuk mencapai masyarakat sejahtera guna memperkokoh ketahanan bangsa. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya