Berita

MENPORA MUNDUR

Demi Pemuda dan Olahraga, SBY jangan hanya Terpaku pada Kader Demokrat

MINGGU, 09 DESEMBER 2012 | 07:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Posisi Kementerian Pemuda dan Olahraga cukup strategis dalam kabinet Indonesia Bersatu II. Makanya, Presiden SBY harus benar-benar mempertimbangkan kandidat yang punya track record, integritas, dan kapabilitas untuk diangkat menjadi menteri menggantikan Andi Alifian Mallarangeng, yang mundur karena tersangkut kasus korupsi proyek Hambalang.

Selain harus mengenal jaringan pemuda dengan berbagai persoalannya, Menpora mendatang juga harus menguasai permasalahan olahraga tanah air.

"Menpora secara aktual akan dihadapkan pada 'pecahnya' KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) sebagai institusi paguyuban OKP (organisasi kepemudaan), yang dua Menpora seblumnya tidak sanggup mengatasinya. Belum lagi 'keterpurukan' olahraga tanah air yang miskin gelar, diperparah dengan kacaunya organisasi sepak bola kita," jelas Staf Khusus Menko Perekonomian, Abdul Rasyid kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Minggu, 9/12).

Rasyid menyadari, kursi Menpora yang ditinggalkan Andi Mallarangeng itu secara politis memang jatah Partai Demokrat. Tapi, Presiden SBY diharapkan, tetap membuka peluang tokoh non-Demokrat, atau bahkan dari kalangan independen, untuk mengisi kementerian tersebut.

"Secara politis jabatan tersebut 'milik' PD. Tapi bukan tidak mungkin Presiden akan memilih kandidat nonparpol yang memahami persoalan-persoalan yang sedang dihadapi," imbuh Ketua Gerakan Cinta Medan ini.

Menurutnya, ada beberapa nama yang pantas untuk dipertimbangkan Presiden menjadi Menpora.

Yaitu, mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi yang juga mantan Ketua DPP PB HMI Bursah Zarnubi; Sekjen Golkar yang juga mantan Ketua KNPI Idrus Marham; Wakil Ketua Komisi I DPR dari Demokrat, yang juga mantan wartawan, Ramadhan Pohan; Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah yang juga jebolan Amerika Serikat Saleh P. Daulay, serta Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke-Circle, yang juga mantan aktivis ITB Syahganda Nainggolan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya