Berita

denny ja/ist

Denny JA: Ironi dan Tragedi Andi Mallarangeng, Apa yang Salah?

SABTU, 08 DESEMBER 2012 | 08:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kejadian yang menimpa mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng adalah konsekuensi dari praktik politik Indonesia yang belakangan ini diwarnai permainan politik uang dan KKN.

Sebersih apapun dan sekuat apapun komitmen seorang tokoh terhadap prinsip demokrasi dan pelayanan publik, namun setelah berada di tengah arena dan menjadi salah seorang pemain, ia akan mengidap penyakit yang sama dengan para pendahulunya.

Di mata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, politik praktis di Indonesia saat ini telah berubah fungsi menjadi pabrik KKN. Sehingga siapapun yang masuk seolah dibentuk oleh pabrik itu untuk keluar menjadi politisi yang KKN.

"Uang begitu dominan menjadi syarat politisi berengaruh. Semua tergerak secara cepat ingin mengumpulkan uang," ujarnya dalam perbincangan jarak jauh dengan Rakyat Merdeka Online.

"Mereka yang sebelum masuk politik punya rekor tinggi untuk good governance atau democracy pun dilahap pabrik KKN yang bernama politik praktis Indonesia," sambungnya.

Denny JA ikut prihatin pada kasus yang menimpa Andi Mallarangeng. Di hari ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan pencegahan Andi Mallarangeng berpergian ke luar negeri, Denny JA menulis beberapa hal mengenai kejadian itu di akun twitternya, @DennyJA_World.

"Andi Mallarangeng yang dulu dikenal berkomitmen kuat pada good governance kini menjadi tersangka korupsi. Apa yang salah?"

"Ironi, SBY harus menon-aktifkan Andi Mallarangeng sebagai menteri, tokoh yang dulu menjadi juru bicaranya. Apa yg salah?"

"Tragedi, Andi Mallarangeng penganjur good governance justru menjadi menteri aktif pertama dalam sejarah yang menjadi tersangka korupsi."

"Ironi, Andi Mallarangeng yang dulu digadang SBY menjadi ketum Demokrat kini akan dipecat dari Demokrat. Apa yg salah?" tulisnya kemarin (Jumat, 7/12) sebelum Andi Mallarangeng mengundurkan diri.

Setelah Andi Mallarangeng mengundurkan diri, Denny JA kembali menulis dalam akun twiternya. Kali ini, ia mengatakan, Andi bisa bangkit kembali bila terbukti tidak bersalah.

"Apakah Andi Mallarangeng bisa bangkit kembali? Tersangka KPK. Mundur dari menteri dan Demokrat? Bisa jika terbukti tak bersalah," demikian Denny JA.

Dia berharap, semua stake holders politik di Indonesia dapat memetik pelajaran berharga dari kasus yang menimpa Andi Mallarangeng dan bersama-sama mengubah dan memperbaiki praktik politik di Indonesia. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya