Berita

Politik

Andi-KPK-SBY Patut Diacungi Jempol

JUMAT, 07 DESEMBER 2012 | 19:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keputusan KPK menetapkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang terus diapresiasi. Tudingan bahwa KPK lamban dalam menangani kasus itu pun sudah tak relevan lagi.

"Saya memberi apresasi yang tinggi kepada KPK. Saya berharap dengan hal-hal yang seperti ini tidak lagi membuat rakyat untuk tidak percaya kepada KPK," jelas Direktur Indonesia Constitutional Watch Razman Arif Nasution kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 7/12).

Karena itu, menurut Razman, KPK jangan hanya berhenti kepada Andi Mallarangeng. Tapi terus mengembangkan penyidikan kasus tersebut. Karena, berdasarkan testimoni mantan Bendahara M. Nazaruddin, elit Partai Demokrat lainnya, bahkan putra kandung Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, juga disebut terlibat.

"Karena itu saya berharap KPK jangan surut maju terus. Gerakan dukungan masyakarat yang ada sekarang harus membuat KPK lebih berani. Kalau memang terlibat, katakan terlibat. Kalau tidak, ya tidak usah," sebutnya.

Tapi Razman angkat topi atas respons Andi Mallarangeng setelah ditetapkan sebagai tersangka. Andi gentle dan ksatria dengan langsung menghadap Presiden SBY dan menyampaikan pengunduran diri secara lisan dan tertulis karena tak ingin jadi beban pemerintah sekaligus supaya konsentrasi dalam menghadapi kasus yang membelitnya.

"Saya kok tidak yakin SBY akan memberhentikan kalau tidak dari Andi sendiri yang menyatakan mundur. Karena Pak SBY itu orangnya santun, hati-hati, sangat tidak mau menyakiti orang lain. Untunglah, Andi ksatria langsung menyatakan mundur," ungkap Razman.

Di sisi lain, persetujuan SBY akan pengunduran diri Andi, baik sebagai Menteri atau Sekretaris Dewan Pembina DPP Partai Demokrat, kata Razman menambahkan, menunjukkan Kepala Negara memang mendukung agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya