boediono
boediono
Ini juga membantah tesis yang selama ini sering disampaikan Wakil Presiden Boediono mengenai kegaduhan politik dan demokrasi yang berisik.
Hal lain yang memperkuat tesis kegaduhan dari dalam Kabinet adalah laporan Sekretaris Kabinet Dipo Alam kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang kongkalikong di tiga Kementerian. "Laporan jeruk makan jeruk" ini pun memperlihatkan kegaduhan itu tidak dapat dikendalikan oleh otoritas tertinggi.
Demikian disampaikan dosen FISIP Univeritas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, pagi ini (Jumat, 7/12).
"Ternyatalah bahwa sumber kegaduhan dan berisik itu bukan berasal dari rakyat atau pers seperti yang sering disampaikan Wakil Presiden Beodiono," ujarnya.
Teguh khawatir pernyaatan Wakil Presiden Boediono mengenai kegaduhan politik adalah upaya melarikan diri dari tanggung jawab Boediono di balik pengucuran danatalangan untuk Bank Century tahun 2008 lalu. Kala itu Boediono adalah Gubernur BI.
Setelah dua tahun diproses di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan kasus ini kembali muncul ke permukaan dan Boediono kembali dosoroti. [zul]
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
UPDATE
Minggu, 12 April 2026 | 14:01
Minggu, 12 April 2026 | 13:52
Minggu, 12 April 2026 | 13:40
Minggu, 12 April 2026 | 13:34
Minggu, 12 April 2026 | 13:11
Minggu, 12 April 2026 | 13:08
Minggu, 12 April 2026 | 12:26
Minggu, 12 April 2026 | 12:23
Minggu, 12 April 2026 | 12:15
Minggu, 12 April 2026 | 12:01