Berita

Andi Mallarangeng

Andi Mallarangeng: Sampai Hari Ini Saya Pegang Teguh Idealisme

JUMAT, 07 DESEMBER 2012 | 10:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi A. Mallarangeng mengaku sampai saat ini masih memegang teguh idealisme tentang perlunya membangun pemerintahan yang bersih.

Idealisme ia pegang teguh sejak duduk di bangku kuliah.

"Sejak mahasiswa, saya ikut menyuarakan perlunya pemerintahan yang bersih baik dan wibawa. Sampai hari ini idelisme tersebut terus saya pegang teguh," tegas Andi dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta pagi ini (Jumat, 7/12).

Karena itu, dia yakin, apa yang dilontarkan media massa terkait keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek Hambalang tidak benar. "Karena sejak mahasiswa, saya selalu beusaha menjalankan tugas-tugas saya selurus-lurusnya dan sebaik-baiknya," katanya lagi.

Andi Mallarangeng merupakan jebolan Fisipol Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Sementara gelar master dan doktornya, dia raih dari Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois, Amerika Serikat pada tahun 1997.

Keterlibatan Andi dalam jagat politik nasional setidaknya dimulai saat ia diminta menjadi anggota Tim Tujuh pada tahun 1998-1999 untuk merumuskan paket Undang-undang Politik yang baru sebagai landasan bagi pemilu demokratis pertama di era reformasi.  Tim ini dipimpin Prof. DR. Ryaas Rasyid.

Dikutip dari Wikipedia, selanjutnya Andi dipercaya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menyelenggarakan pemilu demokratis pertama pada tahun 1999. Karir Andi terus meroket. Dia kemudian diangkat menjadi staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah (1999-2000).

Setelah kementerian itu dibubarkan, Andi bekerja mengembangkan ide tata pemerintahan yang baik sebagai Chair of Policy Committee pada Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan(2000-2002).

Sebelum bergabung dalam barisan SBY pada pemilihan presiden 20014, Andi sempat mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan bersama Prof. DR. Ryaas Rasyid. Sejak itu, Andi yang sebelumnya dikenal sebagai pengamat dan kolumnis ini masuk Istana dengan diangkat menjadi jurubicara Presiden pada Kabinet Indonesia Bersatu I. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya