Berita

tiket konser lady gaga/ist

Dukung Lady Gaga, KNPI Tegaskan Polisi Wajib Jamin Keamanan

JUMAT, 25 MEI 2012 | 22:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Hiruk piruk terkait jadi atau batalnya konser superstar Lady Gaga ditanggapi berbeda oleh kaum Muda. Ketua Bidang Luar Negri DPP KNPI, KRT. Abhiram Singh Yada, mengatakan, kemauan Lady Gaga untuk konser di Indonesia perlu diberikan apresiasi tersendiri. Sebab, seni dan budaya merupakan bentuk diplomasi luar negri.

"Kalau katanya cuman sekelompok kecil orang menolak, maka dimana letak peranan politik luar negri yang bebas dan aktif yang selama ini kita anut," kata Abhiram yang juga merupakan Vice Chairman CAYC (Pemuda ASEAN) dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi (Jumat, 25/5).

Abhiram menuturkan, kepolisian wajib memastikan dan menjamin segala bentuk terkait keamanan. Bukan malah bisa diintervensi oleh kekuatan-kekuatan yang tidak bertanggungjawab.


"Saya kira Polisi tidak perlu khawatir dengan oknum ormas-ormas tertentu yang memberikan tekanan tertutup ataupun terbuka. Dan jika ada indikasi ancaman maka wajiblah Polisi memberikan tindakan sedini mungkin kepada pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan melanggar hukum," katanya.

Sementara terkait tekanan kelompok Islam terhadap konser Lady Gaga, Abhiram menuturkan pihak penyelengara konser wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di Indonesia, dengan cara mencegah konser seronok yang bukan merupakan ciri bangsa kita. Para penyelengara juga wajib menyelengarakan pertunjukan yang bebas dari pornographi dan SARA.

"Prinsipnya kita kaum muda mendukung siapapun yang ingin berekspresi melalui seni budaya di tanah air," katanya.

"Ini merupakan bentuk diplomasi luar negeri yang bebas dan aktif sekaligus menjaga nama baik bangsa Indonesia di hadapan dunia. Kita harus menjunjung tinggi seni dan budaya dari negara manapun. Sebaliknya kita harapkan negara lain juga melakukan hal yang sama saat putra-putri Indonesia membawa seni dan budaya dari Indonesia," tandasnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya