Berita

Muhammad Nazaruddin/ist

Seharian Curhat kepada Sutan Bhatoegana, Nazaruddin Pun Kabur

SELASA, 24 APRIL 2012 | 21:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sebelum kabur ke Singapura pada 23 Mei tahun lalu, Muhammad Nazaruddin curhat kepada Sutan Bhatoegana, rekannya di Partai Demokrat. Nazar curhat seharian tentang statusnya di Partai Demokrat dan kasus korupsi yang tengah melilitnya.

"Jam 8 (pagi) Nazar dipanggil Ketua Dewan Pembina. Jam 9 kontak saya, beliau menyampaikan kekecewaan karena dewan pembina mau memecatnya," cerita Sutan di Indonesi Lawyers Club sesaat lalu (Selasa, 24/4).

Dalam curhatnya, kata Sutan, Nazaruddin yang kini sudah divonis penjara 4 tahun 10 bulan itu memohon agar tidak dipecat dari partai Demokrat dan sebagai Bendahara Umum Partai. Nazar juga berjanji akan memberikan perlawanan.


"Boleh saya dipecat dari DPR tapi jangan jelek-jelekin saya," kata Sutan menirukan permohonan Nazaruddin 23 Mei lalu.

Masih dihari yang sama, Sutan pun bertemu dengan Jero Wacik dan EE Mangindaan, Dewan Kehormatan Partai Demokrat. "Saat itu saya bilang nanti Nazar akan gabung," tutur Sutan.

Dalam pertemuan tersebut, Nazar menyampaikan keluhannya. Saat itu, Dewan Kehormatan menyampaikan akan menampung dan menyerahkannya kepada Presiden SBY sebagai ketua dewan kehormatan sekaligus dewan pembina partai Demokrat.

Nazar, kata Sutan, kemudian baru berpisah dengan dirinya sekitar Magrib. Saat itu dirinya meninggalkan Nazar karena harus menghadiri acara gathering kelulusan anaknya yang menempuh studi S1. Dan malamnya, kata Sutan lagi, Nazar pergi ke Singapura.

"Jadi setahu saya tidak ada beliau (Nazar) disuruh ke Singapura."

Diceritakan lagi oleh Sutan, kepergiannya ke Singapura bersama sejumlah elit Partai Demokrat untuk menengok Nazar juga diagendakan untuk mengetahui kesehatannya.

"Dia nitip surat untuk Anas. Kita juga tidak tahun isinya apa," kata Sutan menutup ceritanya. [mar]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya