Berita

anas urbaningrum/ist

Anas Suruh Nazar Amankan Yulianis dan Oktarina dari KPK

SENIN, 09 APRIL 2012 | 22:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pernah meminta terdakwa suap Wisma Atlet M Nazaruddin mengamankan Yulianis dan Oktarina Furi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya pernah ditelepon dan diundang ke (kantor) DPP," urai Nazar dalam nota pembelaan pribadinya kepada majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta (Senin, 9/4).

Yulianis adalah Wakil Direktur Keuangan Permai Group, perusahaan yang banyak disebut milik Nazar dan Anas. Sementara Oktarina Puri adalah staf keuangan Permai Group. Direktur Keuangan sendiri tak lain adalah Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin.


Menurut Nazar, permintaan tersebut disampaikan Anas dua hari setelah KPK menangkat tangan dan menahan Rosa yang tak lain adalah Direktur Pemasaran Permai Group, Sesmenpora Wafid Muharam dan Direktur Pemasaran PT DGI, Mohammad El Idris pada 21 April 2011.

Selain itu, lanjut Nazar, dirinya juga diminta Anas mengamankan Neneng. Namun itu ditolaknya karena Neneng sedang umroh.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya