Berita

lili pintauli/ist

Rosa Tidak Hanya Informasikan Menteri Peminta Jatah 8 Persen

SABTU, 24 MARET 2012 | 17:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Mantan Direktur Pemasaran Permai Group, Mindo Rosalina Manullang sudah memenuhi janjinya untuk memberikan informasi tentang korupsi yang diketahuinya kepada LPSK dan KPK.

"Semua sudah diberikan, proses itu berjalan," terang Penanggung Jawab Bidang Bantuan, Kompensasi, dan Restitusi LPSK, Lili Pintauli kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 24/3).

Rosa memang berjanji akan menyampaikan setiap informasi mengenai praktek korupsi yang diketahuinya kepada LPSK dan KPK. Janji itu dituangkan Rosa dalam surat pencabutan kuasa terhadap Ahmad Rivai pada Februari lalu.


Ditanyakan apakah Rosa sudah menyampaikan kasus menteri peminta jatah 8 persen, Lili menjawab diplomatis. Katanya, itu salah satunya.

"Macam-macam, prosesnya sedang dilidik memang iya," ucapnya.

Yang pasti, kata dia, Rosa yang dilindungi LPSK sejak 24 Februari itu dikorek terkait 30 berkas dugaan korupsi Permai Group, perusahaan milik M Nazaruddin.

"Hampir 30 berkas, diteruskan ke KPK dan Kejagung. Semua prosesnya berjalan," imbuh Lili. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya